INILAH. COM, Jakarta - Pemerintah akan melakukan operasi special di pasar induk beras Cipinang. Langkah tersebut dilakukan untuk menurunkan harga beras yang terus melambung.
"Jika diperlukan akan Operasi Pasar ke pasar induk, dalam 4 minggu naik Rp1.000, diharapkan bisa kembalikan ke posisi semula," ujar Wakil Menteri Kehutanan Bayu Krisnamurthi, di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/1).
Pemilihan Pasar Induk, kata dia, dilakukan karena, banyak daerah yang mengambil beras dari pasar induk tersebut. "Pasar induk Cipinang supplainya Jawa, DKI, dan antar pulau," ucapnya.
Ia mengatakan, kenaikan harga beras tersebut disebabkan karena faktor mundur karena cuaca yang tidak mendukung. "oleh kurangnya pasokan karena keterlambatan panen di sejumlah daerah di Indonesia karena pengaruh iklim yang tidak merata," jelas dia.
Meski demikian, Bayu menyakini, diperkirakan dalam waktu dekat di beberapa daerah lumbung beras seperti Jawa Tengah bagian Utara, Jawa Timur, dan beberapa daerah Jawa Barat akan segera panen pada awal bulan Februari. Sehingga diharapkan dengan adanya tambahan pasokan tersebut akan ikut membantu menekan harga beras agar kembali normal. "Jawa tengah bagian utara, Jawa timur, dan Jawa barat akan segera panen di awal dan pertengahan Februari, diharapkan akan segera menstabilkan harga beras," kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain faktor cuaca yang menjadi penghambat panen adalah faktor transportasi antar pulau yang agak sedikit terhambat karena masalah cuaca sehingga harga di beberapa daerah di luar jawa meningkat.
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, pemerintah menyerahkan kepada Bulog untuk melakukan operasi pasar kepada daerah-daerah yang mengalami kenaikan hingga 15 persen dari harga normal. Adapun daerah yang sudah dilakukan operasi pasar adalah Jakarta, Denpasar, Mataram, Jogjakarta, Jayapura. Dalam waktu dekat Banten akan segera melakukan operasi pasar. Selanjutnya, permintaan operasi pasar akan dilakukan jika ada permintaan dari daerah dan kenaikan sudah melewati 15 persen. "Banten akan minggu ini, tapi Operasi Pasar itu masih sedikit serapannya," pungkas dia. [hid]