INILAH.COM, Manchester - Hengkangnya Cristiano Ronaldo dinilai banyak pengamat sebagai penyebab tertatih-tatihnya Manchester United musim ini, namun Wayne Rooney tak sependapat.
MU menjual CR9 seharga Rp 1,3 triliun ke Real Madrid untuk menutup hutangnya. Menurut Rooney, Setan Merah memiliki pemain yang dapat mengisi kekosongan akibat ditinggal Ronaldo.
Ujarnya, Semua tim pasti akan merasa kehilangan jika ditinggal pemain seperti Ronaldo, tetapi kami harus menerimanya. Bagi kami, selama dua atau tiga musim terakhir, saya bermain lebih lebar sementara Ronaldo bermain menerobos lini pertahanan, sekarang itu berubah.
Di MU, saat Ronaldo bermain melebar, Anda tahu ia pasti akan menusuk masuk, melepaskan tembakan, dan melakukan beberapa trik, ujar Rooney mengenai Ronaldo sebelum membandingkan dengnan Antonio Valencia.
Dengan Valencia, Anda harus lebih berhati-hati di kotak penalti karena ia akan lebih sering berada di kotak penalti maupun melakukan umpan-umpan silang lebih banyak daripada yang dilakukan Ronaldo, lanjutnya.
Selain itu, Rooney juga tak keberatan dengan tantangan untuk mengisi peran pencetak gol yang sebelumnya diemban Ronaldo. Ia menjawabnya dengan sempurna melalui empat gol yang ia cetak ke gawang Hull City akhir pekan lalu.
quattrick tersebut menambah pundi-pundi golnya menjadi 19 dari 22 pertandingan Liga Primer yang ia jalani musim ini.
Statistik tersebut menunjukkan perubahan pada permainan penyerang 24 tahun itu di bawah arahan Sir Alex Ferguson. Roo mengaku lebih beringas di depan gawang daripada biasanya.
Bersama Everton, saya bermain hanya berdasarkan kesenangan dan hasrat. Saya hanya berusaha memenangkan bola, mengejar bola, dan setelah satu jam saya kelelahan, ujar Rooney.
Sekarang saya sadar Anda harus menyimpan energi untuk dimanfaatkan ketika bola datang kepada Anda saat di kotak penalti. Saya jelas telah berkembang melalui pengalaman dan latihan. Semakin sering Anda berlatih, semakin Anda bisa bereaksi dengan cepat tepat di depan gawang. Insting Anda akan lebih tajam, ujarnya.
Saat saya bisa seperti itu, saya tak tahu apa yang akan saya lakukan saat bola belum di kaki saya. Saya baru mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan insting saat bola sudah ada di kaki saya, dengan demikian, bek lawan tak bisa menebak apa yang akan saya lakukan, pungakasnya.[boy]