INILAH.COM, Jakarta - Peggy Melati Sukma kini bahagia dengan kehidupannya. Tak lagi di depan layar, Peggy merasa nyaman menjalani lima bidang usaha.
Tentang itu berikut ini wawancara INILAH.COM dengannya, di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (25/1).
Sibuk apa sekarang?
Saya konsentrasi di belakang layar sudah dua tahun ini. Pertengahan tahun lalu, saya juga ikut berbisnis di bidang pertelevisian di Indonesia. Pastinya, saya bergabung memperbesar skala yang menjadi grup usaha. Ada event management, akan ada properti dengan mengembangkan konsep EO dan lokasi syuting.
Intinya saya tetap berkiprah di industri, tapi sudah selesai di depan layar. Saya berkiprah di belakang layar dan itu untuk mengobati rasa rindu. Saya kan, belum bisa kembali ke layar sinetron yang memakan waktu.
Sebegitu sibukah?
Di dalam grup usaha, saya harus mengelola lima bidang usaha. Saya masih aktif di Arta Graha Puri. Dan itu semua membutuhkan komitmen yang tinggi untuk konsentrasi penuh dan sangat tinggi. Jadi di entertainment untuk saat ini tidak mungkin.
Rindu Anda terobati, maksudnya?
Pekerjaan saya juga masih ada hubungan dengan seni, dalam produksi pekerjaan saya masih bisa performance. Apa yang saya jalankan sudah cukup. Saya bisa mengelola bidang usaha, bisa jadi ibu rumah tangga. Buat saya semuanya sudah cukup baik.
Kata lainnya, Anda sekarang wanita karir?
Sebutan itu tidak terlalu penting, tapi di grup usaha saya sangat berkendali penting karena menuntut tanggung jawab. Saya harus menanggung beban kekurangan dan masalah perusahaan. Jadi saya pikir sama saja apa yang saya lakukan selama ini di depan layar sekarang dan dulu. Bertanggung jawab pada masyarakat, tapi sekarang lebih pada skala yang penuh pemikiran.
Bagaimana keluarga?
Baik-baik saja, saya masih bisa berpikir untuk keluarga, saya sudah sepakat lebih mementingkan pekerjaan demi orang banyak dari kepentingan pribadi. Enjoy sama saja, karena saya tipikal yang hardworker. Kesempatan apapun yang Tuhan berikan akan saya maksimalkan.
Sibuk banget, kapan memikirkan anak?
Saya tidak melupakan, jawaban saya selalu sama, kalau diberikan sama Allah saya terima Prinsip saya tidak mau berkeluh kesah, karena saya percaya itu rencana Tuhan. Sekarang yang terpenting, saya jalankan sosial dengan anak-anak. Itu bagi saya sudah cukup. Saya merasakan banyak memiliki anak-anak. Semua panggil saya ibu dan mami. Mungkin pada waktunya Tuhan akan menitipkan.
Berarti bukan menunda?
Tidak menunda, tapi memang harus diusahakan, karena saya dan suami memiliki kesibukan yang membutuhkan energi dan konsentrasi. Semuanya kita jalani dengan natural kalau sudah diberikan kenapa tidak? Mungkin kami punya pemikiran biarlah semua natural. Pastinya, tiga tahun berumah tangga kita baik-baik saja. Karena dulu deketnya kan kita tiga minggu, kita merasakan mulai nyaman dan seperti pacaran lagi. Kita berada dalam situasi yang stabil, memposisikan diri pada pekerjaan sosial, rumah tangga saya sudah stabil dan dijalani dengan baik.
Bahagia?
Saya selalu bahagia dan saya selalu bersyukur dengan yang saya jalani, tidak mau merasakan hal yang kurang dan apa yang saya dapatkan harus disyukuri biar ditambah oleh Allah. [aji/mor]