INILAH.COM, Jakarta Rencana Pansus Hak Angket Bank Century untuk mengeluarkan kesimpulan sementara masih simpang siur, baik soal waktu termasuk agendanya. Bahkan, agenda ini terancam gagal.
Hal ini tidak terlepas dari dinamika di internal pansus Partai Golkar dan Partai Demokrat yang memberikan sinyal belum menemukan kata sepakat terkait hal ini.
Hawa pertarungan di internal Pansus Angket Kasus Bank Century memang cukup terasa terkait dengan rencana pengambilan kesimpulan sementara. Karena sikap Pansus untuk mengambil kesimpulan sementara pun masih tidak satu suara di internal pansus.
Sedikitnya dua fraksi besar di pansus yaitu Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Fraksi Partai Demokrat (FPD) cenderung tidak setuju adanya keputusan pansus untuk mengambil kesimpulan sementara.
Menurut Ketua FPD DPR RI Anas Urbaningrum tidak tepat bagi pansus angket Century untuk mengeluarkan kesimpulan sementara. Karena, kesimpulan merupakan produk akhir dari sebuah kerja pansus. Apalagi, sambung Anas, sidang pansus selama ini terbuka dan langsung diliput oleh media televisi. Rakyat sudah mendapat gambaran yang sangat lengkap tentang perkembangan Kasus Bank Century. Karena itu, yang diperlukan adalah kesimpulan akhir, tegasnya di Jakarta, Selasa (26/1).
Pernyataan yang tak jauh beda muncul dari anggota pansus dari Fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa. Menurut dia, bagaimana mungkin membuat kesimpulan sementara sedangkan para saksi tidak smuanya memberi kesaksian lengkap.
"Bagaimana membuat kesimpulan kalau keterangan saksi belum lengkap. Menurut saya panggil lagi saja, ujarnya ditemui usai rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/1).
Meski bagi Agun, bisa saja Pansus Hak Angket Century membuat kesimpulan sementara, namun dirinya tidak yakin kesimpulan sementara akan diambil oleh Pansus Angket Century. "Untuk membuat kesimpulan sementara saya kira oke saja. Tetapi saya yakin tidak ada, hanya evaluasi. Kalau kesimpulan sementara sama saja asumsi," tegasnya.
Posisi politik Partai Golkar dan Partai Demokrat memang bukan kebetulan jika kedua fraksi terbesar di parlemen itu menolak adanya kesimpulan sementara. Karena tidak bisa dipungkiri, posisi politik Partai Golkar dalam konstalasi pansus Century cukup penting dan menentukan. Entah janjian atau tidak, yang pasti sikap politik yang sama antara Partai Golkar dan Partai Demokrat menimbulkan spekulasi politik.
"Partai Golkar dan Partai Demokrat kalau sudah ketemu sudah 'selesai. Yang lain (fraksi-fraksi lainnya) hanya supporting actrist," jelas anggota Pansus Angket Century dari Fraksi PPP Muhammad Romahurmuziy.
Kondisi itu memang tak terbantahkan. Karena jika selama ini format yang ada fraksi yang cenderung pro bailout adalah Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB total 14 orang sedangkan fraksi yang menolak bailout yaitu Partai Golkar, PDIP, PKS, Partai Gerindra dan Partai Hanura total sebanyak 16 orang. Jika formasi ini masih konsisten, maka kekuatannya masih dimenangi tipis oleh kelompok fraksi kontra bailout.
Fakta inilah yang menjadikan Partai Golkar menjadi posisi kunci untuk menentukan arah hasil pansus. Jika Partai Golkar berbalik badan pro bailout, maka secara kalkulasi politik, pro bailout akan menang telak. Posisi PKS yang hingga saat ini masih konsiten untuk kritis dalam kasus Century, menjadi tak penting karena PKS bukan faktor penentu dengan beranggotakan hanya tiga orang di Pansus Hak Angket Bank Century.
Meski demikian, anggota Pansus Hak Angket Bank Century dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan soliditas lima fraksi di pansus menjadi kunci untuk memenuhi harapan publik atas kasus Bank Century. "Yang harus dijaga saat ini agar harapan masyarakat skandal Century dikupas tuntas tercapai, yaitu soliditas lima fraksi Golkar, PKS, PDIP, Hanura dan Gerindra. Kalau lima fraksi ini solid, kita msh menang dalam voting," ujar politisi Golkar yang dikenal vokal ini.
Di momentum penting ini, menjadi ujian penting bagi Partai Golkar atas sikap politiknya selama ini terkait dengan kasus Bank Century. Karena, sebagaimana diektahui, selama ini Partai Golkar menjadi salahs atu partai politik yang terdepan dalam merespon kasus Bank Century.
"Kami jamin konsisten hingga akhir pansus, ujar Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Kita tunggu saja, konsistensi Partai Golkar. [mor]