inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Variasi Posisi Seks Atasi Kejenuhan

Oleh:
Rabu, 27 Januari 2010 | 02:01 WIB
SEKS adalah anugerah Tuhan yang hanya boleh dinikmati dalam pernikahan. Seringkali terjadi perselingkuhan dalam sebuah rumah tangga (suami istri) yang seringkali disebabkan keinginan terhadap sesuatu yang baru.
Bahkan sudah jadi rumor umum sebagian kaum adam yang telah lama berumah tangga, bahwa selingkuh dianggap sebagai vitamin yang bisa membangunkan gairah baru terhadap pasangan atau istrinya.
Pendapat tersebut disebabkan fakor kejenuhan pada gerakan erotik seks yang monoton. Kejenuhan sebenarnya bisa dipecahkan bersama istri dalam usaha mencapai kehangatan seks yang klimaks.
Seks adalah memang sesuaatu yg sangat natural, siapapun yang sudah menikah hampir pasti dapat melakukannya dengan mengandalkan nalurinya. Namun seks juga merupakan seni yang memiliki unsur keterampilan.
Maka bila Anda mau belajar dan mengembangkan keterampilan tersebut, kehidupan seksual anda tidak hanya terhindar dari kejenuhan namun juga semakin indah dan semakin memuaskan anda dan istri.
Ada sebuah kalimat menarik dalam buku kuno Kidung Agung yang ditulis Salomo seseorang yang bijaksana dalam sejarah umat manusia. Kalimat itu adala Tangan kirinya ada di bawah kepala, tangan kanannya memeluk aku.
Menurut hemat saya, buku itu adalah salah satu buku tertua yang mengisahkan hubungan intim suami istri. Kalimat di atas menggambarkan salah satu variasi posisi hubungan seks dimana pria ada di atas dan wanita di bawah.
Dalam perkembangan seksologi moderen variasi posisi telah mencapai modifikasi yang hampir tak terbatas. Namun, secara fisiologis variasi posisi dapat dikaitkan tiga dimensi penting dalam melakukan hubungan seks.
1. Dimensi Rekreaktif yaitu sebagai upaya untuk mendapatkan orgasme yang optimal. Dalam dimensi ini suami istri dapat melakukan eksplorasi seks. Suami istri bisa mencari, menemukan dan melakukan variasi posisi apa saja yang dapat meningkatkan kepuasan berdua sebagai bagian kehidupan seksual suami istri yang kaya warna.
2. Dimensi Proreaktif yaitu sebagai upaya untuk mendapat kehamilan secara efektif. Ada dua pilihan posisi, bagi istri yang memiliki bentuk rahim yang lazim, posisi istri terlentang di bawah dan diberi ganjalan bantal di bokong. Posisi ini adalah posisi yang sangat optimal.
Sedang bagi istri yang memiliki bentuk rahim yang membelok ke belakang posisi istri tengkurap dan suami melakukan penetrasi dari belakang atau menghadap ke punggung akan sangat meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.
Apalagi bila setelah terjadi ejakulasi dan hubungan intim selesai, istri tetap mempertahankan posisinya sampai paling tidak pada pagi harinya. Peluang terjadinya kehamilan akan semakin tinggi.
3. Dimensi Relaksional. Berbeda dengan ciptaan lain, seks dalam kehidupan manusia memiliki dimensi relaksional. Seks manusia melibatkan pertautan yang amat kompleks, jadi bukan hanya kontak fisik saja tetapi ada juga ikatan emosional dan bahkan spiritual. Itu sebabnya organ seksual manusia diciptakan di sisi depan tubuhnya. Maka, ketika terjadi konyak seksual dalam posisi klasik, suami istri bisa saling berpandang bahkan berbisik, untuk mengungkapkan kata-kata yang romantis.
Dengan demikian hendanya variasi posisi dijalankan secara seimbang agar tidak ada dimensi yang terabaikan. Sebab seks dalam kehidupan suami istri bukan saja sebagai kepuasan fisik namun juga masalah relasi seumur hidup yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.