Senin, 28 Mei 2012 | 21:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Roy Suryo: Saya Dikriminalisasi
Headline
Roy Suryo - inilah.com/Dokumen
Oleh: Irvan Ali Fauzi
web - Rabu, 27 Januari 2010 | 01:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Roy Suryo merasa pemberitaan di media, menyudutkannya. Roy merasa dijelek-jelekan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini merasa namanya muncul di pemberitaan media. Tetapi tidak diwawancarai dahulu.

Tidak mewawancara saya, tapi memuat berita tentang saya. Saya dikriminalisasi sehingga muncul citra buruk pada diri saya, ujar Roy kepada INILAH.COM, Rabu (27/1).

Ketika ditanya kenapa tidak berusaha untuk mengendalikan opini publik, yang terlanjur memberikan citra buruk? Roy hanya pasrah saja.

Saya hanya bisa memasrahkan pada Allah, yang penting Habluminallah saja. Saya hanya berusaha mengungkap kebenaran. Jika masyarakat tidak suka saya hanya berpegang pada Allah, ujarnya.

Seperti diketahui, berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, hujatan pada Roy Suryo semakin marak. Dari pantauan INILAH.COM, grup Katakan Tidak untuk Roy Suryo di Facebook sudah ada.

Begitu juga di Twitter sudah muncul grup "Horor Roy Suryo", yang para penulisnya memplesetkan nama Roy Suryo menjadi judul-judul film horor. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
sukro
Kamis, 28 Januari 2010 | 13:18 WIB
“Saya hanya bisa memasrahkan pada Allah, yang penting Habluminallah saja." dia tahu ga sih artinya habluminallah hahaha hubungannya apa dengan konteks ini? ingin berhubungan dengan Allah saja??? setelah ngaku2 jadi pakar IT lalu mau ngaku2 jadi nabi ya? mantap, salut lah
bambang
Kamis, 28 Januari 2010 | 11:15 WIB
Halah, waktu dulu-dulu menyudutkan dan mengkriminalisasi orang, si Roy ini nggak merasa berdosa kan? Ini hukum karma bung!
RPH.Whimbo Pitoyo SH,MBA
Kamis, 28 Januari 2010 | 09:14 WIB
Itulah Mas, konsekwensi jadi anggota legeslatif, sampeyan kok ya ikut-ikutan jadi anggota legeslatif sih, sebenarnya bertahan jd pakar, lebih terhormat!
orang biasa
Rabu, 27 Januari 2010 | 10:47 WIB
yah...inilah ciri2 orang demokrat..selalu memelas merasa teraniaya untuk cari simpati..kata "kriminalisasi" usah jadi kamus wajib..ga nyadar bang ente yang mulai ini duluan???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.