inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Potensi Sektor Pertanian Singkawang

Headline
Dok/Pribadi
Oleh:
Rabu, 27 Januari 2010 | 09:06 WIB
Data BPS 2008 menunjukkan bahwa 46 persen warga Kota Singkawang bergerak disektor pertanian.

Walikota Singkawang, Hasan Karman memaparkan mengenai potensi pertanian di Kota Singkawang kepada Menteri Pertanian RI, Suswono. Dimana hal tersebut terkandung dalam visi Spektakuler Pemerintah Kota Singkawang.

Salah satu misi yang ada, yaitu menerapkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pengembangan agribisnis, agroindustri dan pariwisata yang kompetitif dan berorientasi pasar, serta memberikan ruang bagi kesempatan kerja.

Sejalan dengan visi dan misi tersebut, maka salah satu potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di Kota Singkawang di Kota Singkawang adalah potensi pertanian, ucap Walikota yang menyebutkan Singkawang masih cukup luas potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian.

33.326 warga dari 71.780 tenaga kerja bergerak disektor pertanian. Dalam arti luas, sektor ini meliputi pertanian tanaman
pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan serta perikanan. Hanya saja,kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kota Singkawang masih sukup rendah, sekitar 12 persen.

Tantangan pembangunan pertanian di Kota Singkawang adalah, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui upaya peningkatan produktivitas produksi, mutu dan daya saing produk, sekaligus guna menunjang peningkatan ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi.

Kota Singkawang dikenal sebagai sentra ternak dan sayur Kalbar. Pada tahun 2008, populasi ternak ayam (petelur, pedaging dan buras) sekitar 4,5 juta ekor. Bukan hanya itu, kotoran unggas itu bisa dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik yang saat ini dikelola oleh PT Sinka Sinye Agrotama (SSA) yang berskala nasional dan asia.

Menteri Pertanian RI, Suswono dalam sambutannya berterima kasih dengan pihak swasta (PT SSA) yang turut membangun sektor pertanian dalam program ketahanan pangan. Dimana yang lebih berperan dalam pembangunan itu adalah pihak swasta begitu pula dengan serapan tenaga kerja.

Pemerintah memberikan regulasi/aturan yang mendukung iklim investasi yang bisa memberikan peluang lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat.

Dia berharap pihak swasta bisa membangunan kemitraan-kemitraan yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dan tetu juga bisa memberikan dampak positif, pembangunan ekonomi dimasyarakat ini bisa memberikan aspek pemerataan.

Tidak saja, segelintir atau sebagian saja yang bisa menikmati kue pembangunan, tapi bisa lebih banyak lagi dirasakan oleh masyarakat, ujar Suswono.

Menyambut positif dengan dibangunnya pabrik pupuk organik, Mentan menyebutkan, saat ini dunia barat telah minat dengan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk anorganik akan membuat tanah menjadi miskin dari unsur hara.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian membubuhi tandatangan pada karung pupuk organik produk ke satu juta.

Selanjutnya penandatangan pendatangan Nota Kesepahaman Kerjasama Penelitian dan Pengembangan antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian RI dengan Walikota Singkawang, Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan PT Sinka Sinye Agrotama.

Hery Ristiawan
Bagian Humas Kota Singkawang. Kalimantan Barat
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.