INILAH.COM, Jakarta - Jelang 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II SBY-Boediono akan diwarnai aksi massa. Kabarnya massa yang berkisar 40 ribu itu bakal menggoyang Istana Negara.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, mengatakan hingga kini telah ada 62 elemen yang mendaftar untuk melakukan kegiatan unjuk rasa besok dengan sasaran Istana Negara, Istana Wapres, Gedung DPR-MPR, Kantor Makhamah Konstitusi, Kantor KPK, Bank Indonesia dan Bundaran HI.
Elemen tersebut diantaranya adalah Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Lingkar Study Masyarakat, Aliansi Parlemen Jalanan (APJ), Front Oposisi Rakyat Jalanan, Gerakan Mahasiswa Bersatu (Gema Satu), Aliansi Penyelamat Uang Negara, Serikat Pekerja Nasional dan Aliansi Rakyat Untuk SBY (Arus).
Mengenai pengamanan jelang unjukrasa, tutur Boy, Polisi menyiapkan sedikitnya 10 ribu personil di sejumlah titik rawan dan ruas jalan. Pasukan cadangan berasal dari Brimob Mabes Polri sebanyak 3 kompi atau sekitar 1500 personil.
"Tidak ada pasukan yang membawa senjata api. Watercanon dan pasukan gegana ditempatkan di obyek vital seperti Istana Negara dan Wapres serta Gedung DPR-MPR. Belum ada informasi yang kita terima mengenai kerusuhan besok tapi potensi tetap ada," tutur Boy.
Data Humas Polda Metro Jaya, dari 10 ribu personel yang disiagakan, 2479 anggota ditempatkan Istana Negara, 673 di Istana Wapres, 2479 di Gedung DPR-MPR, 145 di gedung Departemen Keuangan, 261 di Makhamah Konstitusi, 221 di Kantor KPK dan 278 di Bundaran HI. Khusus untuk arus lalu lintas, menurut dia, pengalihan bersifat fleksible.
"Jika ada penumpukan akan dialihkan. Kita sudah rencanakan ruas jalan yang dialihkan tapi sifatnya situasional. 900 personel Satuan Lalu Lintas akan mengantisipasi terjadinya kemacetan di Ibukota besok,' tandas Boy. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !