INILAH.COM, Medan - Pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut akan menyebabkan daerah itu seperti 'supermarket' CPO.
"Semua yang dibutuhkan terkait pemanfaatan CPO akan ada di Simalungun," kata Wakil Menteri Pertanian (Mentan) Bayu Krisnamurthi dalam pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di kantor gubernur Sumut di Medan, Rabu (27/1).
Ia menjelaskan, melalui klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical kelapa sawit di Sei Mangke itu diyakini produksi CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) nasional akan meningkat.
Diperkirakan, Indonesia mampu menghasilkan minyak sawit mentah sebanyak 21 juta ton pada tahun 2010. Sedangkan pada tahun 2020, jumlah produksi minyak sawit mentah nasional akan ditingkatkan dan diperkirakan mencapai 40 juta ton. Dari jumlah itu, 40 persen atau sekitar 16-17 juta ton akan dimanfaatkan menjadi oleochemical atau industri turunan.
Sekitar 20 persen atau sekitar delapan juta akan digunakan untuk minyak makan serta 30 persen tetap diekspor sebagai minyak sawit mentah. Sedangkan sekitar 10 persen atau mencapai 4-5 juta ton akan dimanfaatkan menjadi bahan kimia untuk kepentingan industri lain. Namun, jika dilihat berdasarkan persentase, jumlah minyak sawit mentah yang diolah menjadi oleochemical terkesan sedikit. "Namun, nilai tambahnya akan sangat besar," kataya yang masih merangkap sebagai Deputi Menko Bidang Perikanan dan Pertaminan ini.
Meski sedikit, kata Bayu menjelaskan, keberadaan minyak sawit mentah yang diolah menjadi oleochemical dari kawasan sawit di Sei Mangke itu akan bermanfaat besar jika pemberdayaannya dimaksimalkan. Keberadaan oleochemical itu akan menyebabkan kawasan Sei Mangke di Simalungun akan memiliki berbagai jenis industri turunan dari minyak sawit mentah.
Kalangan pelaku industri dari berbagai negara dapat datang dari mana saja untuk mencari produksi turunan dari oleochemical tersebut. "Orang yang datang kesana minta apa saja akan ada. Karena itu, (Sei Mangke) Simalungun akan menjadi 'supermarket' CPO," paparnya. [*/hid]