INILAH.COM, Makassar - Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan secara besar-besar besok Kamis 28 Januari tepat 100 hari kerja pemerintahahan SBY-Boediono akan diwarnai di beberapa daerah, termasuk Makassar.
Untuk itu, mahasiswa di Makassar telah mulai melakukan pemanasan. Sejumlah titik, mahasiswa melakukan aksi sejak pagi tadi, Rabu (27/1), yakni di depan kampus UNM oleh mahasiswa UNM sendiri. Selanjutnya di kantor DPRD Sulsel yang dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI) Daerah Makassar.
Hingga, sore ini, ratusan mahasiswa berkostum hitam-hitam yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Sulselbar (BKLDK) mengepung flyover. Akibatnya perempatan jalan AP Pettarani, tol reformasi dan JL Urip Sumoharjo jadi macet.
Dalam pernyataan sikap mereka rata-rata menilai bahwa 100 hari program kerja pemerintah dianggap gagal. KAMMI misalnya, dalam pernyataan sikap mereka bahwa program 100 hari SBY hanya bohong besar dan alat propaganda belaka.
Mahasiswa juga mengatakan bahwa program 100 hari tidak berhasil mengusut tuntas kasus bank Century, bahkan keputusan Pansus pun dianggap blunder dan terkesan lepas tanggungjawab. Selain itu, program 100 hari terlalu sibuk membuat tim ad hoc yang bersifat out sourching, yang hanya berujung rekomendasi bukannya melakukan reformasi secara sistemik. [jib]