inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
DPR Setuju

Adhi Karya Jajaki 'Rights Issue' di Triwulan IV

Headline
Oleh: Agustina Melani
Rabu, 27 Januari 2010 | 16:33 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana akan melakukan rights issue untuk pembiayaan investasi proyek baru jalan tol, properti dan IPP. Rencana rights issue ini akan dilakukan bila harga saham ADHI sudah mencapai di atas Rp800.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan Indradjaja Manopol, Rabu (27/1). Indradjaja mengatakan, rights issue di mana komposisi 3 pemegang saham lama mendapatkan 1 saham baru.

Sebelumnya rencana rights issue tersebut sudah mendapatkan ijin dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 2008. Target dana rights issue sekitar Rp600 miliar untuk mendukung investasi dan modal kerja. " Kita dapat ijin dari DPR pada 2008 untuk rights issue yang digunakan untuk investasi yaitu proyek jalan tol,power plant dan properti. Tapi momentum berubah sehingga review ulang rencana tersebut untuk jalan tol, properti dan IPP," jelas Indradjaja.

Indradjaja menuturkan, target rights issue tersebut menunggu momentum dengan harga saham di atas 800 per lembar saham. ADHI juga menargetkan belanja modal sekitar Rp90 miliar pada 2010. Selain itu menargetkan total kontrak sekitar Rp14,8 triliun di mana kontrak baru sekitar Rp 9 triliun dan carry over sekitar Rp5,8 triliun pada 2010.

Sebelumnya kontrak baru ADHI sekitar Rp6,6 triliun dan pendapatan sekitar Rp7,7 triliun pada 2009.

Indradjaja menjelaskan, proyek yang diincar adalah proyek pemerintah sekitar 67% dan sisanya sekitar 33% yaitu proyek swasta. "Proyek yang diincar yaitu power plant, EPC, high risk building, jembatan dan pelabuhan," kata Indradjaja.

Direktur Utama ADHI Bambang Triwibowo mengatakan, kinerja perseroan pada 2009 cukup baik dan ditargetkan laba bersih sekitar di atas Rp120 miliar. Pihaknya sudah mencadangkan sekitar Rp100 miliar. "Laba bersih kita naik karena efisiensi dan beban bunga turun karena pencairan utang yang bermasalah," ujar Bambang.

Pada hari ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui penambahan komisaris independen yaitu Amir Mu'in dan penambahan direktur Bambang Pramusinto.

Sebelumnya ADHI menargetkan Laba bersih Rp140 miliar dan pendapatan Rp8,6 triliun pada 2010. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.