INILAH. COM, Jakarta - Penerapan Asean-China Free Trade Area (ACFTA) dalam jangka panjang justru membawa dampak positif bagi Indonesia. Pasalnya ACFTA dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Kepala Divisi Riset Recapital Securities, Poltak Hotradero, dalam Ekonomi Outlook 2010 di Jakarta, Rabu (27/1). "ACFTA banyak kontroversi, tapi dalam jangka panjang justru berdampak bagus dan menguntungkan masyarakat," kata dia.
Sedangkan dalam jangka pendek, kata dia, pemerintah masih dapat melakukan negoisasi ulang pada pos-pos yang dinilai belum siap. "Melalui negoisasi tersebut, diharapkan daya saing produk dalam negeri akan semakin kuat," jelasnya.
Ia menuturkan, ACFTA dapat meningkatkan daya beli masyarakat, pasalnya terdapat dua cara untuk meningkatkan daya beli, yakni menaikan pendapatan dan menurunkan harga. "Dengan ACFTA harga bisa turun, namun
daya saing belum tentu naik," sesalnya.
Lebih lanjut Poltak mengatakan, dalam jangka menengah, kurangnya dukungan infrastruktur dikhawatirkan akan menyulitkan re-industrilisasi dalam peningkatana nilai tambah atas produk-produk ekspor Indonesia. "Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras pemerintah dalam membangun sektor infrastruktur Indonesia dalam 5-10 tahun ke depan untuk meningkatkan daya saing kita di kawasan regional," ucapnya. [hid]