Minggu, 27 Mei 2012 | 22:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tanjung Lesung Jadi Kawasan Strategis
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 27 Januari 2010 | 17:45 WIB
INILAH.COM, Pandeglang - Kawasan wisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akan jadi kawasan strategis yang terus dikembangkan sehingga pemanfaatan wilayah itu dapat lebih optimal.

"Ada tiga alasan mengapa objek wisata Tanjung Lesung akan dijadikan sebagai kawasan strategis," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang Cecep Djuanda di Pandeglang.

Tiga syarat itu, kata dia, yakni karena wilayah itu merupakan kawasan nasional, masuk dalam tujuh kawasan pengembangan dan memenuhi syarat untuk pengembangan wisata sesuai dengan UU No.20 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Tujuh daerah yang menjadi fokus pengembangan periwisata, kata dia, yakni Carita, Pulau Umang, Labuan, Bama, Cikeudal dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta Tanjung Lesung.

Pengembangan kawasan tersebut, kata dia, akan didorong melalui kerja sama dengan investor, namun tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurut dia, saat ini ada beberapa investor yang mengelola kawasan wisata Tanjung Lesung yakni PT Banten West Java dengan luas areal 1.500 hektare (Ha), PT Pradita Prima (200 Ha), PT Rumpun Bambu (30 Ha), PT Andalan Bhakti (100 Ha), PT Bina Pusaka (150 Ha), PT Catur Karyasa (50 Ha), PT Kalapa Koneng (50 Ha) dan PT Syafiera Amalia (270 Ha).

"Selurun investor itu telah kami undang untuk membicarakan pengembangan kawasan Tanjung Lesung sebagai kawasan strategis," ujarnya.

Pengembangan Tanjung Lesung sebagai kawasan strategis melalibatkan lintas sektoral diantaranya Dinas Kebersihan dan Tata Ruang dan instansi lain.

Kepala Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Kabuaten Pandeglang D Hasahatan menjelaskan, pengembangan Tanjung Lesung sebagai kawasan strategis sesuai dengan UU No.20 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

"Sasaran rencana pengembangan kawasan ini dengan harapan akan tertata kawasan yang berfungsi lindung dan budaya, sistem transportasi, sarana dan prasarana fasilitas ekonomi, sosial dan budaya serta tertatanya permukiman pedesaan," katanya.

Terkait dengan rencana menjadikan Tanjung Lesung sebagai kawasan strategis, salah satu investor yakni PT Banten West Java (BWJ) telah mengajukan pembangunan pembangkit listrik untuk memenuhi energi listrik di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pandeglang Tri Waskito menjelaskan, perusahaan tersebut telah menyampaikan keinginannya kepada pemerintah daeraht.

"BWJ telah menyampaikan langsung keinginan membangun pembangkit listrik itu pada Bupati Erwan Kurtubi, dan kami langsung merespons," katanya.

Setelah dilakukan penelitian terhadap peraturan yang ada, kata dia, pembangunan listrik oleh pihak swasta dibolehkan, namun terlebih dulu harus dibentuk kawasan daerah usaha ketenagalistrikan.

Pembentukan daerah usaha ketenagalistrikan itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.20 tahun 2008. Izin pembentukannya dikeluarkan oleh Menteri ESDM.

Setelah izin pembentukan daerah usaha ketenagalistrikan itu keluar, perusahaan harus membuat IUKU (izin usaha ketenagalistrikan umum) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

"Berdasarkan aturan itulah, kami memfasilitasi BWJ untuk mengurus izin pembantukan daerah ketenagalistrikan, setelah itu proses selanjutnya berada di tangan pemerintah daerah, jadi lebih mudah," ujarnya.

Menurut dia, BWJ berkeinginan membentuk pembangkit listrik karena kebutuhan energi listrik di kawasan wisata Tanjung Lesung cukup tinggi, apalagi dalam saat ini sudah ada tujuh perusahaan yang juga ingin berinvestasi di kawasan tersebut.

"Ke depan lokasi itu semakin ramai karena akan dibangun Bandara Banten Selatan dan ada jalan tol langsung dari Balajaraja Tangerang ke Tanjung Lesung," ujarnya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.