inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Komisi IX: Program 100 Hari Menkes Gagal

Headline
Ribka Tjiptaning - Inilah.com
Oleh: Mevi Linawati
Rabu, 27 Januari 2010 | 19:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Komisi IX yang menaungi bidang Kesehatan menyatakan bahwa Program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono tidak bermakna apa- apa. Karena masih ada hambatan dalam penanganan kesehatan.

"Kalau mau jujur ngomong, program 100 hari belum bermakna apa-apa. Karena tolak ukurnya masih ada penolakan rakyat dari rumah sakit," ujar Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/1).

Menurut dia kalau ada satu orang yang ditolak, berarti pemerintah telah gagal. Bukan hanya menterinya, tapi juga komisi IX. "Apa koreksi kita? Mungkin undang- undang kesehatan dan undang- undang rumah sakit yang belum di-PP-kan," kata dia.

Menurut Ribka, saat program Jamkesmas sudah berjalan tapi penolakan dari rumah sakit terjadi dimana- mana. Bahkan, dia mengaku tadi pagi mendapat SMS dari Kabupaten Cianjur bahwa ratusan orang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin dipulangkan dengan siap menangis dan siap mati.

"Dan ini saya forward ke ibu Menteri. Makanya diambil kesimpulan harus bekerja sama dengan pemda dan departemen pusat," kata dia.

Pasalnya, sambung dia, kalau dipresentasikan program 100 hari, malah mundur akibat di pemda, Jamkesda dipersulit. Selain itu, Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) juga pernah ditolak. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.