inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Direkomendasikan ‘Wait and See’

BUMI Bisa Turun ke Rp1.700

Headline
Istimewa
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 28 Januari 2010 | 09:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (28/1) diprediksikan melanjutkan pelemahan seiring negatifnya sentimen market dan soal reklamasi lahan bekas tambang.
Parto Kawito, Kepala Riset Infovesta Utama mengatakan potensi pelemahan BUMI hari ini salah satunya karena faktor negatifnya sentimen market akibat pengetatan likuiditas di China. Selain itu, saham sejuta umat ini tersandung soal reklamasi lahan bekas tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang notabene anak usaha BUMI.
Menurutnya, seperti halnya PT Adaro Energy (ADRO), bekas penggalian tambang KPC di Kalimantan Timur tidak ditutup kembali. Karena itu, BUMI akan mengarah ke level support Rp2.400-2.300 dan Rp2.525 sebagai level resistance-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/1) malam.
Pada perdagangan kemarin saham BUMI melemah Rp100 (3,88%) menjadi Rp2.475 dibadingkan sebelumnya di level Rp2.575. Harga tertingginya mencapai Rp2.600 dan terendahnya Rp2.450. Sedangkan volume transaksi mencapai 352,1 juta unit saham senilai Rp885,04 miliar dan frekuensi 8.340 kali.
Lebih jauh Parto mengatakan secara tren saham batubara thermal menujukkan pelemahan. Jika level support 2.400 bisa ditembus, hari ini, level support berikutnya berada di level Rp2.300.
Sebab, BUMI juga mendapat sentimen negatif dari BUMI yang masih bermasalah dengan soal tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun. Perseroan juga malah justru melakukan semacam protes ke Dirjen Pajak. Kalau sebuah perusahaan bermasalah dari sisi pajak kan repot juga itu, tukasnya.
Di sisi lain, pelaku pasar juga saat ini masih menunggu kepastian rights issue. Jika rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan, justru akan menjadi sentimen positif. Sebab, rights issue akan memaksa pemegang saham publik untuk menambah dana agar persentase kepemilikan sahamnya tidak berkurang, ujarnya.
Tapi, rights issue juga sebenarnya bisa berpengaruh positif dan juga bisa berpengaruh negatif tergantung di level harga berapa. Jika harga rights issue tidak terlalu murah, atau bahkan jauh di atas harga saat ini, bisa memicu spekulasi sehingga harga sahamnya bisa dikerek naik ke atas terlebih dahulu sebelum rights issue dilaksanakan.
Parto mencontohkan, harga BUMI saat ini di level Rp2.475. Sedangkan harga rights issue di level Rp2.600. Orang tidak akan bisa beli kecuali jika dinaikkan harganya ke level Rp2.800. Sebaliknya, jika ternyata harga rights issue di level Rp2.000 akan sangat negatif pengaruhnya. Harga saham yang dimiliki bisa turun, timpalnya.
Namun demikian, jika dilihat lebih jauh kalaupun BUMI tidak melakukan rights issue sebenarnya bermasalah bagi perseroan. BUMI akan kesulitan mendapatkan. Akan mendapatkan dari mana untuk capital expenditure-nya, imbuhnya.
Apalagi, berita regional saat ini kurang positif seiring pengetatan likuditas di China dan pembatasan gerak perbankan oleh pemerintahan Obama. Bursa regional turun tajam dan hanya IHSG yang mendingan.
Akibatnya, pelemahan saham bukan hanya terjadi pada BUMI melainkan juga terjadi pada Grup Bakrie secara keseluruhan. Namun, pelemahan BUMI merupakan yang terdalam di grupnya, paparnya.
Di sisi lain tren harga minyak juga melemah yang saat ini masih di level US$74 per barel . Harga minyak sendiri trennya diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan. Apalagi, cadangan minyak di AS diperkirakan masih akan naik. Padahal sebelumnya inventory-nya sudah naik 1,3 juta barel , tuturnya.
Hal diperparah dengan data pertumbuhan di Korea lebih rendah dari prediksi semua analis. Padahal konsumsi Korea merupakan rangking keempat terbesar di Asia. Ternyata pertumbuhannya di bawah ekspektasi sehingga menjadi sentimen negatif bagi harga minyak, ucapnya.
Dipastikan akan menjadi sentimen negatif juga bagi BUMI. Level support harga minyak sendiri berada di angka US$69 untuk kembali mengarah ke penguatan. Itulah sentimen-sentimen negatif di pasar selain faktor pengetetan likuiditas di China, ungkapnya.
Untuk saat ini, Parto menyarankan agar pasar lebih baik wait and see terlebih dahulu atas BUMI. Investor disarankan masuk kembali ke saham anak usaha Grup Bakrie ini di level support Rp2.100-2.150. Sebab, tren saat ini masih turun, urainya.
Menurut Parto, level support 2.100, merupakan level murah untuk BUMI sehingga investor bisa membelinya. Jika ternyata level ini berhasil ditembus ke bawah, BUMI bisa melemah ke level Rp1.700. Tapi saya rasa tidak separah itu, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
inilah dot com bloon @ Kamis, 28 Januari 2010 | 16:34 WIB
Gw sering banget baca analisa2 yg diberitain ama inilah.com, dan kebanyakan ngawur semua alias kontradiktif ama kejadian hari analisa tsb. Buat inilah dot com, nyang bener dong klo nyari analisa, masa persentase analisanya banyakan yg salah, berarti ada yg salah tuh dalam pencarian analisa. apa cuman buat ngejar timing pemberitaan dan oplah aja. basi deh.
Yono @ Kamis, 28 Januari 2010 | 15:50 WIB
Harusnya Inilah.com punya track record pengamat, jangan asal muat. Mereka yg sering meleset ya gak usah dijadikan nara sumber. Kalo gak selektif nanti Inilah.com nya ikut gak kredibel. Gitu aja kok repot.
Parno @ Kamis, 28 Januari 2010 | 12:10 WIB
Parto lu kalu komentar yang bermutu dong !! dasar otak udang, tdk punya skill tapi asal bacot !! untuk inilah.com , kalau mau muat tolong diseleksi jangan analis kelas kampung seperti parto, payah !!
analis comberan @ Kamis, 28 Januari 2010 | 10:07 WIB
ngomong apa si parto ini ??? analyst kelas kampung tinggal di comberan. Reklamasi apanya ? kalo semua tambang direklamasi siapa yg mau nambang ? dodol jgn bikin komentar, bilang aja mau beli BUMI di 1700, kemarin ngeshort ya babak belur.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.