Senin, 28 Mei 2012 | 21:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aksi 28 Januari: Jatuhkan Neolib, Amankan SBY?
Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh:
web - Kamis, 28 Januari 2010 | 01:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hari ini, Kamis (28/1), akan ada aksi massa. Tema besarnya adalah evaluasi 100 hari program kerja pasangan SBY-Boediono. Targetnya: belum jelas. Ada yang mengarah ke SBY, ada yang cuma Boediono, ada yang neolib.

Sampai malam menjelang pergantian hari Rabu (27/1) ke Kamis (28/1), beberapa kelompok aksi yang menyatakan siap turun ke jalan, belum secara tegas menyampaikan target aksi mereka.

Dari penelusuran INILAH.COM, di lapangan, paling tidak ada tiga isu besar yang akan diangkat. Pertama, krisis kepercayaan rakyat pada pasangan SBY-Boediono. Kedua, segera bebas-tugaskan Boediono dari jabatannya karena Pansus Hak Angket terus mengarah pada peran Boediono dan Sri Mulyani, dan ketiga, potong kelompok neolib dari lingkaran kekuasaan.

''Nggak jelas kasirnya siapa?'' kata seorang aktivis demonstran, setengah bergurau.

Ya. Dari penelusuran ke beberapa elemen aksi, agenda yang akan diusung dalam aksi 28 Januari 2010, tepat saat 100 hari pemerintahan, masih belum satu agenda besar.

Sebagian ada yang langsung mengarah pada penjatuhan pemerintahan. Sebagian, ada yang hanya ingin pergantian beberapa orang. Sebagian lagi, ada yang mengarah pada tekanan agar pemerintah segera melakukan aksi nyata untuk merealisasikan janji politiknya.

''Saya dengar memang di gerakan muncul agenda yang belum menyatu. Sebagian dari orang-orang gerakan ada yang meyakini, terlalu berisiko kalau harus menjatuhkan SBY. Pertanyaan sederhananya, yang ganti siapa?'' kata Syahganda Nainggolan, seorang tokoh gerakan, dalam obrolan dengan INILAH.COM, Rabu (27/1).

Kalaupun muncul beberapa nama, dalam pandangan politik Syahganda, itu akan menimbulkan masalah baru: yaitu konflik kekuasaan. ''Kan harus dibedakan antara konflik kekuasaan dan kepentingan rakyat. Yang pertama, itu urusannya proses demokrasi. Yang kedua, itu kewajiban, siapapun yang memenangi proses demokrasi,'' tegasnya.

Nah, kata Syahganda, beberapa kelompok gerakan lebih mengarah pada upaya pergantian kepemimpinan atau sebagian dari kepemimpinan. ''Saya kira, itu yang memungkinkan. Mengganti formasi kepemimpinan dan kekuasaan. Terutama di lini yang vital,'' katanya.

Syahganda sendiri mengingatkan, saat ini ada agenda mendesak yang harus mendapat tekanan dari publik. ''Yaitu, gerakan yang mengancam kehidupan rakyat bawah. Terutama, kaum buruh. Namanya, neo-liberalisme!'' tegas Syahganda.

''Soal CAFTA, Presiden sudah tegas menyatakan akan meninjau ulang perjanjian CAFTA. Itu yang harus kita tekan dalam aksi rakyat. Kita desak supaya pemerintah melakukan pembicaraan ulang. Nah, itu akan berhasil kalau anasir-anasir neolib kita bersihkan. Kita tidak akan bisa melakukan re-negosiasi, kalau neolibnya masih bercokol,'' tegas Syahganda.

Siapa sih neolib itu?

Tanpa menyebut orang, Syahganda menyatakan bahwa siapa saja yang mendorong masuknya kapitalisasi dan berpihak pada kepentingan asing daripada kepentingan-kepentingan bangsa sendiri.

''Negara harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Bukan pada kepentingan kekuasaan apalagi untuk kekayaan kelompok-kelompok tertentu,'' tegasnya.

Jadi, siapa yang melakukan aksi 28 Januari? ''Beberapa elemen, dengan beberapa agenda. Saya kira, yang akan menguat adalah gerakan melawan neolib. Tapi, tetap amankan SBY,'' tegas Syahganda.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
jhonny mewengkang
Sabtu, 30 Januari 2010 | 00:10 WIB
He...he...he..., hr ini kok inilah.com spt kehabisan isu yg mo diangkat terutama soal demo kemarin yg ternyata kelihatan bhw ini hnya kepentingan sgelintir orang yg pny kepentingan thdp kekuasaan atau mungkin belum puas atas kekalahannya di Pemilu kemarin. Knp...? malu kali ya....?! Kok beritanya gak bhasil mhasut masy. utk ikut2an turun ke jalan... Ya, gak pa2 sih kalo masih mau ikut2 an jadi bagiannya THE LOOSER...!!! Knp sih gak sebaiknya berpihak kpd SILENT MAJORITY?? kan lebih tenteram, aman dan damai. Kalo mo koreksi pakailah cara2 yg cerdas dan bermartabat. Rasanya jauh lebiuh terhormat ya.....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.