INILAH.COM, Jakarta - Dalam 100 hari kerja pemerintahan banyak menteri yang belum memahami landasan program kerja. Presiden sebaiknya mengganti menteri yang salah membuat program kebijakan.
"Intinya banyak Menteri yang belum memahami visi Presiden SBY sebagai landasan program kerjanya. Banyak yang tak paham dan tak fokus. Daripada diperpanjang sebaiknya reshuffle saja para mentri yang salah membuat garis prioritas program kerja," ujar Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM Jakarta, Kamis (28/1).
Menurut Tjahjo, menteri- menteri tersebut baru mempersiapkan agenda saja tidak fokus, apalagi implementasinya kedepan. Padahal, janji presiden untuk meningkatan kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama.
Pada Kementrian UKM, misalnya, baru pada tahap berhasil. Yakni dengan adanya koordinasi menyatukan kerjasama dengan Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) karena ini perangkat strategis. Namun, keberhasilan melakukan peninjauan ke sentra koperasi dan UKM belum ada. "Padahal ini penting," sambungnya.
Kedepannya, menurut FPDIP, kebijakan pokok agar alur beredarnya uang tidak terlalu birokratis dan sampai ke pihak UKM dan koperasi dengan baik. Serta bagaimana mengoptimalkan peran serta kemitraan BUMN dan
UKM untuk bisa melakukan koordinasi dengan Meneg BUMN.
"Kalau ini prioritas hasilnya akan lebih baik nasib UKM dan koperasi kedepan," pungkasnya. [mvi/ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !