INILAH.COM, Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating outperform PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp1.900.
Analis CIMB Securities Mastono Ali menguraikan, sebagai pemimpin pasar untuk obat resep, KLBF akan diuntungkan oleh skema asuransi kesehatan atau Jamkesmas. Untuk APBN FY10, pemerintah telah mengalokasikan Rp21 triliun ($2.2mn) kepada menteri kesehatan, dimana 32%nya akan digunakan untuk Jamkesmas.
"Kami juga melihat dampak netral dari beban pajak atas iklan dan promosi perusahaan farmasi. Kami tidak mengubah forecast untuk FY09-11, dan katalis akan datang dari regulasi pemerintah serta kenaikan margin akibat menguatnya Rupiah yang mempengaruhi harga impor bahan baku," prediksi Mastono Ali dalam riset hariannya kepada INILAH.COM, Kamis (28/1).
Hingga akhir tahun lalu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil mencatatkan pendapatan lebih Rp 9 triliun. Artinya, perusahaan farmasi terbesar ini mencetak pertumbuhan pendapatan hingga 14% ketimbang torehan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga mengakibatkan beban pokok emiten berkode saham KLBF ini menurun.
Tahun 2008, KLBF mencatatkan laba bersih Rp 706,82 miliar. Dengan pertumbuhan 25% - 30%, induk usaha EPMT ini bakal membukukan laba bersih berkisar Rp883,53 miliar hingga Rp918,87 miliar. Sekadar pembanding, KLBF membukukan pendapatan
Rp6,49 triliun dan laba bersih Rp615,7 miliar pada kuartal ketiga tahun lalu. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !