inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Icha 'Jikustik

Ingin Muliakan dan Sanjung Wanita

Headline
Icha 'Jikustik'
Oleh: Aris Danu Cahyono
Kamis, 28 Januari 2010 | 11:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Icha 'Jikustik' merilis album solo kedua Bintang Yang Bersinar. Mengusung nama Icha, ia mengaku hanya ingin memuliakan dan menyanjung wanita melalui albumnya.

Lebih jauh tentang semua itu, berikut ini wawancara singkat INILAH.COM dengannya di Jakarta Pusat, Rabu (27/01).

Kenapa rilis album kedua?
Karena saya pernah buat album pertama jadi harus ada yang kedua. Sebenarnya ini harus di rilis 09/09/2009, bareng album kesembilan Jikustik. Namun berhubung semua sibuk dengan project masing-masing dan Jikustik belum selesai, makanya saya baru rilis sekarang. Ini untuk membuktikan bahwa kita di luar Jikustik dapat membuat sesuatu, dan ini didukung sama Jikustik. Konsepnya sendiri mencoba memuliakan wanita dan bagaimana menyanjung wanita.

Berarti Jikustik bubar, dong?
Sebelumnya memang kita (personel Jikustik, red) punya kesepakatan bahwa boleh punya project masing-masing asal jangan lupa pulang. Jangan lupa rumah dan selama ini aman-aman aja. Komitmen selama ini kalau bisa berkreasi di tempat lain, ya nggak masalah tapi harus pulang lagi. Karena saya bukan kacang yang lupa akan kulitnya, kecuali ada sesuatu hal yang mengharuskan Jikustik bubar atau saya punya masalah sampai saya dikeluarin. Tapi sejauh ini kita baik-baik saja.

Kenapa melibatkan Tohpati?
Keterlibatan Tohpati sebagai produser album karena sebelumnya di album pertama itu, ada dua lagu yang diciptakan Tohpati. Hasilnya sangat memuaskan. Saya pikir yang masih bertahan dengan konsep musik yang berkualitas, itu ya dia.

Pencapaian album pertama bagaimana?
Pencapaian album pertama dari segi materi nggak banyak masukan, tapi kepuasan yang saya dapat. Makanya sampai sekarang terpikir buat musik bagus untuk Indonesia. Tapi yang pasti saya senang sekali dengan album pertama.

Biasa di belakang sekarang jadi Frontmen, bagaimana?
Manggung sendiri agak bingung karena kalau jadi orang kedua itu gampang, bisa nyeletuk ke Pongky, terus diam lagi. Kalau sekarang berhadapan dengan orang saya merasa gemeteran dan belepotan ngomongnya. Saya sempat bilang ke label kalau saya ingin rilis album tapi saya nggak mau promo dan manggung karena nggak percaya diri. Buat saya dapat didengar orang saja sudah senang. Kerena saya pikir saya menyukai dunia belakang layar, kalau di paksa ya nggak bisa. Yang penting orang tahu lagunya.

Kenapa nggak pakai nama Icha 'Jikustik'?
Nama Icha sangat melekat dengan Jikustik, tapi saya yakin teman-teman tidak menuntut itu. Saya ingin orang menyukai lagu saya tanpa mengetahui siapa yang menyanyi. Itu cukup buat saya bahagia dan bangga. Itu juga nama kecil saya. Kan, itu nama pemberian nama orang tua saya, itu alasannya. Sebenarnya saya pikir dengan nama Icha sudah cukup, alangkah senang saya bisa pakai dengan nama saya asli bukan nama panggilan. Tentunya dengan ini orang tua bangga, karena ini nama pemberian bapak dan ibu saya.

Fans bingung, bagaimana?
Saya yakin kalau fans bukan berkaitan dengan nama. Mungkin kalau karya kita nggak bisa diterima lagi. Jadi bukan karena nama kalau kehilangan penggemar.

Mantap solo karir?
Dibilang mantap nggak juga, karena lagu ini harus yang saya nyanyikan. Kan, karena setelah ini saya harus balik lagi ke Jikustik. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.