INILAH.COM, Jakarta - Samsung mengatakan telah memulai produksi panel TV 3D dan meyakinkan publik akan menjadi produsen pertama. Pasar TV 3D akan terus tumbuh dalam kurun waktu 8 tahun ke depan.
Perusahaan itu telah mulai memproduksi panel kompatibel LED dan LCD untuk televisi 3D definisi tinggi. Produk 40 inci, 46 inci dan 55 inci itu dengan menggunakan kacamata aktif 3D mulai diproduksi bulan Januari ini.
Televisi itu akan menggunakan rata-rata 240 Hz. Televisi 3D mendapat perhatian pasar setelah menjadi produk yang menonjol di Consumer Electronics Show dengan beberapa model terutama dari Sony.
Beberapa analis telah mengekspresikan keraguannya televisi 3D bisa sukses. Sementara firma lainnya semacam DisplaySearch memperkirakan bahwa pangsa pasar televisi 3D akan bertumbuh dari US$ 902 juta (Rp8,6 triliun) di tahun 2008 menjadi US$ 22 miliar (Rp 211,2 triliun) di tahun 2018.
Akhir-akhir ini, televisi 3D telah menarik perhatian industri, ujar Presiden LCD Business Samsung Electronics Wonkie Chang. Samsung memiliki target untuk menjadi pemimpin pasar panel televisi 3D global, menjadi pionir produksi massal televisi LED 3D dan LCD.
Teknologi Samsung 240 Hz memberikan kemampuan masing-masing bola mata untuk melihat gambar 120 Hz secara terpisah sehingga menyediakan efek 3D sambil melindungi gerakan yang halus.
Samsung juga mengatakan bahwa mereka telah berhasil memangkas waktu teknologi LCD-nya menjadi 4 milidetik sehingga membantu menghubungkan lensa kanan dan kiri dengan lebih baik.[ito]