INILAH.COM, Jakarta - PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) telah mencoba melakukan pembicaraan negoisasi untuk kondisi standstill selama enam bulan dengan working group dari pemegang notes dalam rangka restrukturisasi utang.
Demikian Direktur CP Prima Gunawan Taslim dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis(28/1). Untuk anak usaha CPRO di Singapura, Blue Ocean Resources Pte Ltd (BOR) belum dapat membayar bunga atas notes yang jatuh tempo pada 28 Desember 2009 sebesar US$17,875 juta.
Dalam rumusan standstill agreement diatur bahwa selama periode standstill pemegang notes tidak dapat melakukan suatu tindakan berupa mempercepat jatuh tempo pembayaran pokok sebesar US$325 juta, melakukan eksekusi atas jaminan yang diberikan sehubungan dengan Notes, serta melakukan segala langkah untuk memulai permohonan kepailitan atas BOR dan perseroan terhadap harga kekayaan BOR.
BOR menerbitkan Guaranteed Senior Secured Notes US$325 juta. Keterlambatan pembayaran bunga ini lantaran penurunan kinerja CP Prima akibat serangan virus di tambak udang perseroan. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !