INILAH.COM, Jakarta - Puluhan perwakilan dari organisasi buruh yang menggelar aksi mendatangi pimpinan DPR. Mereka minta China-Asian Free Trade Agreement dibatalkan, karena efeknya lebih dahsyat dari kasus Century.
"CAFTA efeknya lebih dasyat dari Century. Kita nggak butuh free trade tapi fear trade. Kami harap DPR punya program untuk batalkan free trade," imbuh perwakilan Serikat Pekerja Metal Indonesia Muhammad Iqbal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1).
Kalaupun tidak dibatalkan, mereka meminta supaya FTA bisa direvisi. "Namun ternyata Mari Elka (Menteri Perdagangan) tidak paham free trade karena dia hanya bicara dari sisi bisnis saja," tutur dia.
Iqbal juga menyatakan bahwa sudah melakukan semua upaya hukum untuk bisa merevisi FTA. Tapi kata dia, FTA tetap dilakukan. "Bahkan Menko juga tidak bergeming. Negara lain berani tolak free trade kok Indonesia tidak berani."
Iqbal mengatakan yang dibutuhkan pekerja adalah jaminan bukan bantuan sosial. Yaitu untuk memproteksi pekerja atau perekonomian dari liberalisasi. Beberapa organisasi tersebut adalah SPN, Gaspermindo, Serikat Buruh Migrain, SPSI, KSPI dan beberapa elemen lainnya. Mereka ditemui pimpinan DPR Priyo Budi Santoso dan Anis Matta. [mvi/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !