inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Serikat Buruh: CAFTA Lebih Dasyat Dari Century

Headline
Inilah.com /Wirasatria
Oleh: Mevi Linawati
Kamis, 28 Januari 2010 | 15:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Puluhan perwakilan dari organisasi buruh yang menggelar aksi mendatangi pimpinan DPR. Mereka minta China-Asian Free Trade Agreement dibatalkan, karena efeknya lebih dahsyat dari kasus Century.

"CAFTA efeknya lebih dasyat dari Century. Kita nggak butuh free trade tapi fear trade. Kami harap DPR punya program untuk batalkan free trade," imbuh perwakilan Serikat Pekerja Metal Indonesia Muhammad Iqbal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1).

Kalaupun tidak dibatalkan, mereka meminta supaya FTA bisa direvisi. "Namun ternyata Mari Elka (Menteri Perdagangan) tidak paham free trade karena dia hanya bicara dari sisi bisnis saja," tutur dia.

Iqbal juga menyatakan bahwa sudah melakukan semua upaya hukum untuk bisa merevisi FTA. Tapi kata dia, FTA tetap dilakukan. "Bahkan Menko juga tidak bergeming. Negara lain berani tolak free trade kok Indonesia tidak berani."

Iqbal mengatakan yang dibutuhkan pekerja adalah jaminan bukan bantuan sosial. Yaitu untuk memproteksi pekerja atau perekonomian dari liberalisasi. Beberapa organisasi tersebut adalah SPN, Gaspermindo, Serikat Buruh Migrain, SPSI, KSPI dan beberapa elemen lainnya. Mereka ditemui pimpinan DPR Priyo Budi Santoso dan Anis Matta. [mvi/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.