INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dinilai Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso ceroboh. Jika terus meneruskan perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan China yang dinamakan Asian-China Free Trade Agreement (AC-FTA).
Priyo Budi Santoso mengatakan, FTA sudah tidak ada pijakan yang reaslistis. Untuk itu dirinya meminta supaya perjanjian tersebut dikaji ulang. "Kalau diteruskan, Menteri perdagangan ceroboh. Karena tidak mendengarkan aspirasi rakyat," ujar Priyo saat menemui perwakilan Serikat Buruh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1).
Menurut Priyo, pernyataan penolakan FTA ini akan dibicarakan sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR. "Hanya orang yang tak waras yang tidak mau mendengarkan penjelasan FTA," tutur Ketua DPP Partai Golkar ini.
Selain akan membahasnya, pimpinan dewan juga meminta kepada Komisi IX untuk mengambil langkah nyata untuk membahas jaminan sosial kepada para pekerja. "Kami pimpinan membebeki keinginan pemerintah? No Way!" tegas Priyo menutup statemennya. [mvi/jib]