INILAH.COM, Jakarta - Demonstrasi besar 100 Pemerintahan SBY-Boediono selesai. Meski terjadi sedikit pemukulan dan insiden kecil lainnya, namun secara keseluruhan demontrasi berjalan aman.
Selain bentrokan kecil yang terjadi antara massa demontran dari KASBI dan petugas kepolisian, aksi saling dorong juga sempat terjadi di depan istana negara antara massa demonstran dari Gema Satu dengan petugas kepolisian.
Namun aksi dorong mendorong itu tidak berlangsung lama, dan akhirnya massa membubarkan diri. Kelompok massa yang melakukan aksi terakhir adalah dari Jamper, yang sempat melakukan aksi ceremonial membakar poster dan berdandan ala poncong, dengan badan bertuliskan 100 hari SBY-Boediono gagal.
Usai aksi sekitar pukul 17.30 WIN, petugas Satpol PP dan petugas kebersihan langsung membersihkan lokasi aksi dan mencopot spanduk-spanduk yang sempat dipasang. Petugas kepolisian pun langsung mengendorkan penjagaan dan mulai ditarik masuk ke barak yang ada di dalam lapangan IRTI Monas.
Usai aksi, Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Firli mengatakan 2 orang yang ditangkap bukan dari mahasiswa. Selain itu dirinya juga mengatakan sudah mengamankan beberapa copet.
" kita tangkap copet, tapi belum tahu berapa. Kita kan punya 24 tim untuk tangani copet-copet, jadi seandainya satu tim tangkap satu jadi ada 24 copet, tapi tidak tahu berapa datanya ada di polres" jelas Firli. [bay/jib]