INILAH.COM, Manado - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, menilai pemikiran-pemikiran kenegaraan mantan Presiden RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur, layak diadopsi oleh semua anak bangsa, karena mampu menembus semua lapisan strata.
"Almarhum Gus Dur adalah tokoh bangsa dan mampu menyatukan semua perbedaan yang ada di negara Indonesia menjadi satu," kata Mahfud, saat menjadi pembicara pada seminar 'Ketokohan Gus Dur' yang dilaksanakan di Manado, Sulut, Kamis (28/1).
Di hadapan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut, Mahfud mengisahkan kepemimpinan Gus Dur selama menjabat Ketua Nadlatul Ulama (NU) dan Presiden RI keempat setelah Soekarno, Soeharto dan Habibie.
Gus Dur mampu mencabut semua aturan di negara ini yang merugikan kepentingan kelompok minoritas. Serta, memberikan keleluasaan bagi siapapun untuk mengeluarkan pendapat, berkreasi demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
NU dan Indonesia mengajarkan Gus Dur tentang dialektika hubungan antara agama dan negara, sehingga Gus Dur melihat pentingnya toleransi, menghargai kemanusiaan, dan sikap yang moderat bagi orang Indonesia.
Sementara itu Gubernur Sulut SH Sarundajang, mengharapkan ajaran-ajaran Gus Dur dapat diimplementasikan terus, karena merupakan satu-satunya tokoh bangsa di Indonesia.
"Memang sangat sulit menemukan tokoh bangsa dengan pemikiran pluralisme tinggi bagi kemajuan Indonesia, tetapi kami yakin akan ada Gus Dur baru lagi di Indonesia akan datang," katanya. [*/mut]