INILAH. COM, Jakarta - Menneg BUMN Mustafa Abu Bakar terkejut mendengar laporan ada beberapa perusahaan BUMN masuk ke dalam daftar hitam 100 perusahaan penunggak pajak terbesar.
"Saya juga dapat masukan baru, surprise juga. Saya pikir (tunggakan) sudah selesai," ujarnya di sela seminar 'Pangan Nasional, Feed The World' di Jakarta Convention Center, Jumat (29/1).
Seperti yang diketahui dalam laporan Dirjen Pajak kepada komisi XI DPR RI, beberapa perusahaan BUMN termasuk ke dalam 100 penunggak pajak terbesar. Perusahaan tersebut antara lain, Televisi Republik Indonesia, Kereta Api Indonesia (Persero), Bank BNI, serta beberapa perusahaan lain.
Mustafa mengaku, setelah mendapatkan laporan tersebut dirinya langsung menghubungi perusahaan yang disebut.
Ia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti lapotan tersebut. Paslanya beberapa perusahann BUMN mengaku terlah membayar pajak. "Akan mencari tahu, sejauh mana yang kebenaran yang disebutkan Dirjen Pajak. Beberapa perusahaan mengaku sudah membayar restitusinya," ucapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata dia, Kemeneg BUMN siap untuk memfasilitasi. Akan diusahakan pertemuan antara BUM terkait, Ditjen Pajak dan Kementrian BUMN. "Kalau ini komunkasin nanti ada solusinya. Kita ingin duduk bersama tiga pihak, itu ada perbedaan saja," tuturnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !