INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memberikan pernyataan terkait 10 keganjilan di Bank Century yang mengarah pada impeachment Wapres Boediono. Ical mengatakan pemakzulan itu tidak mudah.
"Tapi prosesnya tak mudah," kata Ical dalam twitternya hari ini, Jumat (29/1).
Ical menjawab pertanyaan seputar kebenaran Golkar yang ingin melengserkan Wapres Boediono terkait skandal Bank Century. Ical mengatakan proses pemakzulan harus mengikui ketentuan yang ada di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Tergantung datanya," kata dia.
Ditanya lebih lanjut soal pemakzulan itu, Ical menjawabsaat ini belum ada data yang lengkap untuk diajukan ke MK. "Saya check ke ketua fraksi dan Indra Piliang. Belum ada data yang bis amembenarkannya seperti itu," tandas Ical.
Fraksi Partai Golkar telah menemukan 58 hal indikasi pelanggaran kasus Bank Century. Fraksi Golkar pun telah merangkumnya menjadi 10 hal pokok indikasi keganjilan.
10 keganjilan tersebut disebutkan dalam rilis dari Fraksi Golkar, Jakarta, Kamis (28/1).
Golkar menilai bahwa sebenarnya Bank Century sudah tidak merger, namun tetap dipaksakan. Kedua, pengawasan atas bank hasil merger tidak maksimal. Bank Indonesia seharusnya sudah memasukkan Bank Century dalam kategori Bank Dalam Pengawasan Khusus sejak Oktober 2005.
Ketiga, aturan CAR yang diubah dari 8 persen menjadi 0 persen, hanya agar Bank Century mendapatkan kucuran dana melalui skema FPJP. Keempat, bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun dilakukan dengan alasan agar tidak menimbulkan dampak sistemik jika bank ditutup. Padahal, BI tidak menggunakan ukuran-ukuran yang jelas apa yang dimaksud sistemik. [ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !