iNILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan proses negosiasi perdagangan bebas China-ASEAN sudah selesai pada Juli 2004. Kalau daya saingnya tinggi tidak khawatir ACFTA.
"Negosiasi dan kebutuhan sudah berjalan sangat lama. ASEAN dengan china itu negosiasinya sudah rampung dari bulan Juli 2004, pemerintahan sebelum saya, kemudian sudah dimulai kesepakatan pada 2002 yang mengarah ke situ (ACFTA)," katanya saat meresmikan sistem NSW di Tanjung Priok, Jumat (29/1).
Pemerintah sangat memperhatikan keberatan pelaksanaan ACFTA dari dunia usaha. Pihaknya sedang mencari jalan keluar terbaik kalau dunia usaha belum siap. Namun pemerintah juga tidak akan mengingkari sesuatu yang sudah disepakati antara ASEAN dengan China. "Pemerintah tentu peduli pada masalah-masalah tertentu, eleman-elemen tertentu yang nyata-nyata belum siap benar. Kita lakukan pembicaraan yang baik. Tidak baik kalau kita dianggap ingkar atau tidak memenuhi apa yang sudah disepakati apalagi melalui proses yang panjang," tegasnya.
Dalam kesempatan itu SBY mengingatkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing sehingga dalam perdagangan besar tidak khawatir. Dunia usaha harus meningkatkan daya saing dengan produktif dan efisiensi. Jadi selalu siap dalam setiap kesepakatan perdagangan bebas. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !