Senin, 28 Mei 2012 | 22:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Anas: Tunda Kenaikan Gaji Presiden SBY
Headline
Anas Urbaningrum - Inilah.com
Oleh: Laela Zahra
web - Jumat, 29 Januari 2010 | 18:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY dan para pejabat negara akan mendapatkan kenaikan gaji. Namun, Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta agar kenaikan gaji itu ditunda.

"Kenaikan gaji sebaiknya ditunda. Lebih baik memikirkan kenaikan gaji kalangan pegawai yang levelnya rendah. Sehingga kesejahteraan aparat birokrasi itu meningkat, dan itu bagian dari reformasi birokrasi kita," ujar Anas Urbaningrum dalam diskusi Kebangsaan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (29/1).

Menurut Anas, reformasi birokrasi itu tidak mungkin dilakukan tanpa perbaikan tingkat kesejahteraan pegawai, dan itu mutlak dilakukan dan disesuaikan dengan tingkat keuangan negara.

"Jadi sbaiknya yang diprioritaskan adalah pegawai eselon 2 atau 3, 4, atau bagian tingkat pelaksana. Yang pejabat tinggi ditundalah," imbaunya.

Sebelumnya, Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakanm, Preisden SBY dan beberapa pejabat pemerintah akan mendapatkan kenaikan gaji. Kenaikan tersebut dilakukan karena sudah 5 tahun Presiden gajinya tidak mengalami kenaikan.

"Itukan sedang diproses sdg digodok di DPR mengenai kenaikan gaji pejabat negara kita lihat nanti bagaimana penjelasan dari pihak sekretariat negara. Iya itu direncanakan lama, kita tahu bahwa kenaikan gaji presiden kan sudah lima tahun tidak ada kenaikan gaji presiden," ungkapnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.