Minggu, 27 Mei 2012 | 13:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Akan Awasi Neraca PLN
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Rosdianah Dewi
web - Sabtu, 30 Januari 2010 | 10:46 WIB
INILAH. COM, Jakarta - Pemerintah akan melakukan pengawasan neraca terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Langkah tersebut diambil karena dalam ekspansinya, PLN membutuhkan investasi yang besar.

Hal tersebut dikatakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Polemik 100 Hari Kabinet bidang Ekonomi, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/1).

"PLN dalam ekspansinya membutuhkan investasi besar misalnya, 10.000 Megawatt tahap pertaman, ada tahap selanjutnya. Kalau neraca tidak seimbang akan menimbulkan resiko persepsi," kata dia.

Jika persepsi resiko tersebut muncul, lanjut Menkeu, maka pemerintah juga akan terkena imbasnya. Akan muncul pertanyaan bagaimana kinerja pemerintah dalam mengawasi PLN.

Menkeu melanjutkan, selain PLN, pihaknya juga akan melakukan pengawasan pada neraca PT Pertamina. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensial loss yang selalu ada karena terdapatnya pos subsidi. "Akan mengimpuls pertamina Pertamina. Neraca BBM dan listrik itu sangat fluktuatif," jelasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
APATAR
Senin, 1 Februari 2010 | 05:54 WIB
Salut.kepada bu menteriku yang membuat terobosan di PLN dan Pertamina,bahwa inefisiensi di kedua BUMN disebabkan banyaknya freerider sikat dan persempit dan depak keluar oknum yang menkorop uang rakyat,jangan dihukum di penjara tapi dihukum menjadi pekerja sosial. Semoga bu menteri dapat kekuatan lahir batin,amin
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.