INILAH. COM, Jakarta - Pemerintah akan melakukan pengawasan neraca terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Langkah tersebut diambil karena dalam ekspansinya, PLN membutuhkan investasi yang besar.
Hal tersebut dikatakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Polemik 100 Hari Kabinet bidang Ekonomi, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/1).
"PLN dalam ekspansinya membutuhkan investasi besar misalnya, 10.000 Megawatt tahap pertaman, ada tahap selanjutnya. Kalau neraca tidak seimbang akan menimbulkan resiko persepsi," kata dia.
Jika persepsi resiko tersebut muncul, lanjut Menkeu, maka pemerintah juga akan terkena imbasnya. Akan muncul pertanyaan bagaimana kinerja pemerintah dalam mengawasi PLN.
Menkeu melanjutkan, selain PLN, pihaknya juga akan melakukan pengawasan pada neraca PT Pertamina. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensial loss yang selalu ada karena terdapatnya pos subsidi. "Akan mengimpuls pertamina Pertamina. Neraca BBM dan listrik itu sangat fluktuatif," jelasnya. [san/cms]