Senin, 28 Mei 2012 | 22:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
100 Hari, Pemerintah Butuh Kritik Sistemik
Headline
SBY-Boediono - SBY-Presidenku.com
Oleh:
web - Minggu, 31 Januari 2010 | 04:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Evaluasi program 100 hari Kabinet SBY-Boediono, tenggelam oleh aksi demo. Jadinya, saat pemerintah menyatakan berhasil, maka demonstran menyatakan gagal.

Dalam keterangan pers yang diterima INILAH.COM, Minggu (31/1), Program Director Strategic Indonesia, Audy WMR Wuisang, menyampaikan beberapa hal terkait masalah ini.

Pertama, tidak tersosialisasi dan tolok ukurnya yang tidak jelas dari 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono bisa memperburuk citra dan kinerja Kabinet. Terutama, dalam beberapa isu penting nasional.

Yaitu, Ujian Nasional, RPP Penyadapan, kasus kriminalisasi pimpinan KPK hingga ke skandal penyelamatan Bank Century dengan angka bailout 6,7 Triliun.

Kedua, demonstrasi massa yang terjadi di beberapa tempat hendaknya dipandang sebagai kritik sistematik terhadap Presiden SBY dan kabinetnya. Karena kinerjanya yang memang kurang tersosialisasi menjadikan pemberitaan
keberhasilan terkesan artifisial.

Karenanya, saat ini diperlukan kritik sistematis atas kekuasaan. Sehingga, gerakan politik dan aspirasi masyarakat, sebaiknya tidak dipandang sebagai aksi untuk menumbangkan kekuasaan.

Ketiga, pemerintah harus lebih bijak dalam merespons aspirasi masyarakat. Bukan hanya dengan retorika dan pencitraan positif, tetapi langkah nyata dalam membenahi tata kelolah pemerintahan yang baik, serta program pembangunan yang lebih riil.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.