INILAH.COM, Jakarta - Dokter medis Puerto Riko diselidiki kemungkinan melanggar etika karena muncul di Facebook berpose bersama korban gempa Haiti dengan memegang senjata.
Pedoman etika melarang mengambil gambar operasi atau pasien, kecuali untuk tujuan akademik atau tujuan medis, kata Menteri Kesehatan Lorenzo Gonzalez.
"Keprihatinan utama saya adalah pengiriman gambar pasien itu apakah atas persetujuan," kata Gonzalez, yang bekerja sama dengan asosiasi dokter dan ahli bedah Puerto Rico dalam penyelidikan.
Presiden Asosiasi Eduardo Ibarra, berbicara melalui telepon dari Haiti, menolak memberikan komentar secara ekstensif. "Ini situasi yang sulit," katanya.
Sebuah pernyataan yang dirilis oleh asosiasi itu menyebut hanya "minoritas kecil" dari sekitar 65 dokter yang dikirim untuk mengobati korban gempa menujukkan "perilaku yang tidak memenuhi standar tertinggi profesi medis." Pernyataan itu tidak mengatakan persis berapa banyak dokter muncul di foto.
"Kami ingin dengan hormat meminta maaf ... untuk kejadian yang tidak menguntungkan dan disebarkan secara luas, yang kami yakin menambah kepedihan dan kesedihan terhadap penderitaan," kata pernyataan itu, yang memuji sebagian besar para dokter yang membantu korban gempa dan menyelamatkan puluhan nyawa.
Dalam beberapa foto, dokter yang tersenyum muncul di ruang medis, memegang senjata yang dipinjam dari tentara Dominika. Di foto lain, seorang dokter menyeringai ketika ia melihat sebelah kaki korban, dan seorang koleganya menahan kamera karena ia memegang lengan korban gempa bumi yang terluka.
Foto lain menunjukkan dokter mengangkat kondom, bir atau tersenyum ketika mereka berdiri di samping peti mati.
Satu foto menunjukkan seorang korban gempa yang sakit prostat hanya mengenakan kemeja dan kain kecil di atas alat kelamin.
Presiden Senat Puerto Rico menyerukan nama-nama para dokter itu dipublikasikan, gerakan yang didukung oleh Julissa Nolasco, ketua Komite Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat.
"Saya berharap mereka dapat memberikan penjelasan yang dapat dimengerti untuk tindakan seperti itu patut disesalkan," katanya.
Lima prajurit yang mengizinkan para dokter untuk memegang senjata mereka ditahan sambil menunggu hasil investigasi, Menteri Pertahanan Dominika Letnan Jenderal Antonio Rafael Pena mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Lebih dari 60 dokter dari Puerto Rico dikirim ke Republik Dominika untuk mengobati korban yang diangkut dari Haiti, setelah negara tetangga itu diguncang gempa berkekuatan 7,0 pada 12 Januari dan menewaskan sekitar 200.000 orang.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !