INILAH.COM, Mataram - Pembayaran tujuh persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah 2009 senilai US$246,81 jutaatau sekitar Rp2,5 triliun, masih tertunda.
Direktur Utama (Dirut) PT Daerah Maju Bersaing (DMB), Andy Hadianto, mengemukakan hal itu di Mataram, Minggu (31/1), ketika mengomentari rencana pembayaran saham PT NNT yang semula dijadwalkan pertengahan Januari 2010. "Pembayaran tujuh persen saham divestasi jatah 2009 itu belum terealisasi karena masih harus menunggu penyelesaian persoalan internal Newmont di kantor pusat di Denver Amerika Serikat," ujarnya.
PT DMB merupakan perusahaan konsorsium Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dibentuk untuk menggandeng investor mitra PT Multicapital (anak usaha PT Bumi Resources Tbk), guna mengakuisisi sebagian saham PT NNT. PT DMB dan Multicapital kemudian membentuk perusahaan patungan, yakni PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang akan membayar sebagian saham divestasi PT NNT. Dengan demikian, PT MDB masih harus bersabar menunggu jadwal yang tepat untuk merealisasikan pembayaran tujuh persen saham divestasi PT NNT tersebut.
Hadianto mengatakan, semula pembayaran tujuh persen saham itu dijadwalkan setelah manajemen PT NNT menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang sudah terlaksana 15 Januari lalu.
Sempat diasumsikan pembayaran tujuh persen saham jatah 2009 itu akan dilakukan setelah tanggal 15 Januari itu, namun tidak terealisasi karena terkendala persoalan internal Newmont. Sejauh ini, PT MDB sudah menguasai 17 persen saham PT NNT setelah melakukan pembayaran tujuh persen saham divestasi jatah 2008 sebesar 246,81 juta dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun pada 11 Desember 2009. Sementara pembayaran tujuh persen saham divestasi untuk jatah 2009 masih tertunda.
Seperti diketahui, MDB dan Newmont sudah menandatangani SPA 14 persen saham divestasi pada 23 Nopember lalu di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Pihak yang menandatanganinya, yakni Dirut PT MDB yang juga Dirut PT Multicapital, D.A. Didik Cahyanto dan petinggi PT NNT. Nilai 14 persen saham atau tujuh persen saham PT NNT jatah divestasi 2008 dan tujuh persennya lagi untuk 2009 itu ditetapkan manajemen PT NNT sebesar US$493,64 juta atau setara dengan sekitar lima triliun rupiah lebih.
Namun, PT MDB membayar 14 persen saham divestasi PT NNT itu secara bertahap, yakni tujuh persen saham jatah divestasi 2008 terlebih dahulu, sementara tujuh persen saham divestasi jatah 2009 akan dibayar setelah pihak PT NNT menggelar RUPS. Manajemn PT MDB juga ikut dalam RUPS PT NNT yang digelar 15 Januari lalu karena sudah resmi menguasai 17 persen saham PT NNT. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !