INILAH.COM - Anggota Pansus dari PDIP, Maruara Sirait mengatakan anggota Pansus akan konsisten. Itu bisa diuji secara nyata pada tanggal 4 Maret mendatang.
Menurut Maruara Sirait, pada saat itu akan terlihat apakah kebenaran dikalahkan oleh kepentingan politik atau sebaliknya. Namun demikian, dirinya mengatakan PDIP akan konsisten dalam membuktikan kasus century ini.
"Tanggal 4 Maret adalah deadline Pansus. Konsistensi dari anggota Pansus selama ini akan diuji," ujar Ara dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.
Anggota Pansus dari PDIP ini mengatakan nantinya juga akan terlihat hasil dari Pansus, apakah membela kebenaran atau membela kepentingan politik semata.
"Di situ akan dilihat apa kepentingan politik bisa mengalahkan kebenaran atau justru kebenaran yang mengalahkan kepentingan politik," ujarnya.
Ara sendiri merasa yakin kebenaranlah yang akan terungkap, tanpa dipengaruhi kepentingan politik. "Karena saya yakin di kontrak politik pasti tidak melarang untuk membuka ruangan, dan tidak mungkin kan kebenaran bisa dikalahkan oleh kontrak politik," ujarnya menjelaskan.
Untuk itu, DPR harus mempunyai sikap jangan bersikap abu-abu.
"DPR harus punya sikap jangan abu-abu," ujarnya.
"Harus tegas menyatakan ada tidaknya pelanggaran undang-undang dalam kasus bailout ini," ujarnya.
Ditambahkan, kalau ada yang dilanggar maka harus berani mengatakan siapa yang melanggar. Selain itu juga Ara mengatakan sampai saat ini Pansus baru mendapatkan data sebanyak 30 persen.
"Itu jauh dari lengkap, BI sendiri baru sanggupi kelengkapan data pada 7 Februari mendatang," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana sikap PDIP hingga saat ini, Ara menjawab PDIP tetap konsisten terhadap pansus.
"Bisa saya jamin PDIP akan bersikap aktif dan konsekuen dalam membuka kasus century," ujarnya.[ims]