INILAH.COM, Jakarta - Situasi korupsi di Indonesia sedang mengalami perubahan. Para koruptor tidak lagi diam. Mereka mulai melawan.
Karena itu, dalam diskusi yang digelar di Warung Daun, bertema Koruptor Menyerang, Pers Terancam, salah satu pembicara menyatakan bahwa pers Indonesia diuji untuk konsisten dalam memerangi korupsi di tanah air.
Agun Gunanjar yang menjadi pembicara pada acara yang digelar Minggu (31/1) itu mengatakan, dalam memerangi korupsi, Pers akan bebas dari ancaman dan tekanan dari pihak manapun asal konsisten dengan pemberitaannya.
"Pemberitaan harus signifikan dan tidak berat sebelah,'' kata anggota Pansus dari Golkar tersebut.
Menurut Agun, saat ini terjadi perlawanan dari koruptor dengan gerakan anti korupsi yang terus berlangsung secara sistemik. Dalam situasi seperti itu, pers harus bisa keluar dari serangan para koruptor.
Anggota pansus angket Century ini berharap pers juga membongkar kasus-kasus korupsi lainnya.
Sebab, korupsi sudah dimulai dari aspek perundang-undangan yang tidak saja melibatkan orang dalam. Tapi juga pihak ketiga.
"Pembuatan peraturan perundang-undangan sendiri pun berpeluang terjadi korupsi," kata Agun.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !