INILAH.COM, Jakarta - Anggota Pansus dari Partai Demokrat, Benny K Harman mengatakan apa yang ada di Pansus dengan wacana pemakzulan yang berkembang di luar, tidak sejalan.
Kepada INILAH.COM, Benny K Harman mengatakan
bahwa siapa saja boleh membicarakan wacana tentang pemakzulan, karena itu adalah hal yang biasa.
Ketika ditanya, kenapa saat ini tiba-tiba banyak pihak yang berbicara tentang pemakzulan, padahal Pansus sendiri
saling mengatakan tidak ada pemakzulan, Benny K Harman menganggap hal itu adalah hal yang biasa saja.
"Diskusi-mendiskusikan itu kan bukan hal yang luar biasa, itu adalah hal biasa," ujarnya.
"Tapi, apakah Pansus ini akan mengarah pada pemakzulan, itu hal lain. Saat ini Pansus dan wacana pemakzulan berjalan tidak searah. Ibaratnya yang satu ke utara, yang satu ke selatan, tidak akan bertemu itu," tambah Benny K Harman, Minggu (31/1).
Benny juga tidak mau memikirkan mengapa kini orang banyak berbicara tentang pemakzulan, dan tidak akan melarang untuk berbicara mengenai hal tersebut.
"Orang ngomong soal pemakzulan, atau reshuffle silahkan saja. Tidak perlu dilarang, tidak perlu takut, sekarang apa alasannya mengapa orang harus takut berbicara pemakzulan, reshuffle, silahkan saja," ujarnya.
Saat ditanya apakah ada orang yang sengaja melimpahkan kesalahan sepenuhnya kepada Presiden SBY, Benny K Harman mengatakan itu mungkin saja.
"Saya tidak tahu pasti, tapi mungkin saja," ujarnya.
"Namun, yang pasti saya sampaikan lagi, silahkan orang-orang berbicara pemakzulan, silahkan itukan hal biasa, tapi apa ada bukti yang bisa digunakan untuk pemakzulan itu," tambahnya.[ims]