INILAH.COM, Jakarta - Banyaknya sentimen negatif yang menggelayuti perdagangan di lantai bursa saham, membuat investor mencari jalan aman. Salah satunya dengan memborong Surat Utang Negara (SUN).
Dana asing terus mengalir keluar bursa saham dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sepekan terakhir ini saja, dana yang ditarik investor manca negara sudah hampir mencapai Rp3 triliun.
Menurut sejumlah analis pasar, guncangan terhadap bursa saham akan berlangsung hingga April depan. Tepatnya ketika The Fed melaksanakan rencananya untuk memotong saluran likuiditas perbankan ke pasar saham. Jadi, hingga dua bulan ke depan bursa efek akan terus bergoyang kencang, kata seorang kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas asing.
Hanya saja, kendati keluar dari BEI, bukan berarti dana-dana itu pulang kandang. Sebab, tak sedikit yang berpindah ke instrumen investasi lainnya. Salah satu yang dijadikan tempat berlabuh paling favorit oleh para investor itu adalah Surat Utang Negara (SUN).
Buktinya, kepemilikan asing di SUN terus meningkat dengan pesat. Data Ditjen Pengelolaan Utang-Depkeu mencatat, per 27 Januari lalu, penguasaan asing di SUN telah mencapai Rp114,75 triliun atau 19,63% dari total Surat Berharga Negara (SBN).
Angka itu juga menunjukkan bahwa hanya dalam waktu kurang dari tiga pekan, kepemilikan asing di SUN bertambah Rp5,22 triliun. Bukan hanya investor asing yang menjadikan SUN sebagai tempat yang aman, kalangan asuransi pun berperilaku serupa.
Menurut data Ditjen Pengelolaan Utang, dalam waktu kurang dari sebulan kepemilikan perusahaan-perusahaan asuransi di SUN naik Rp 1,29 triliun menjadi Rp 72,58 triliun. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !