INILAH.COM, Jakarta - Indonesia masih membutuhkan impor gula pada tahun 2010 ini. Hal tesebut dimaksudkan untuk memenuhi konsumsi dan keamanan pangan nasional.
"Saya hanya menghitung dari segi makro, produksi gula nasional belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI, di Gedung DPR RI, Senin (1/2).
Kekurangan tersebut, kata dia, disebabkan realisasi produk gula kristal (GKP) lebih rendah dari perkiraan semula. Sedangkan permintaan meningkat 300. 000 ton GKP sehingga mengurangi pasokan.
Data BKF menunjukan kondisi, stok fisik gula konsusmsi di gudang pabrik dan pedagang per 15 November 2009 senesar 601.000 ton. Sisa produksi dan tambahan impor gula konsumsi 1,5 bulan sampai akhir Desember sampai akhir Desember tercatat 79.000 ton.
Semantara itu, kata dia, prakiraan kebutuhan gula konsumsi 1;5 bulan sampai akhir Desember 200n sebesar 270.000 hingga 330.000 ton. Sedangkan prakiraan sisa stol fisik gula konsumsi akhir Desember sebanyak 410.000-38.000. Selain gula, tambahnya, Indonesia juga harus mengimpor keledai. Produksi kedelai dalam negeri 2009 mencapai 966.500 ton, sedangkan konsumsi dalam negeri sebesar 1.653. 600 ton. "Kekurangan itu harus dipenuhi dari impor," jelas calon wakil menkeu ini.
Pada tahun 2009 impor keledai sebesar 753.469, produski nasional 966.469. Dengan begitu, ketersediaan kedelai sebesar 1.720.383. [hid]