INILAH.COM, Jakarta - Ekspor Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) dan Jepang sepanjang 2004-2009 mengalami penurunan. Namun tujuan China dan India mengalami kenaikan.
Demikian dikatakan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu dalam dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/2). "Share kita ke Amerika dan Cina menurun," kata dia.
Sementara itu kata dia, ekspor kepada India dan China naik. Demikian pula ekspor ke Australia mengalami peningkatan dari 2,64% (2004) menjadi 2,81% (2009).
Ia menjelaskan, data BKF menunjukan Share ekspor pada tahun 2004 yakni kepada china 6,5%, India 3,1%, Australia 2,64%, AS 12,3% Jepang 22,3 %, Uni Eropa 12,3% Korea Selatan 6,8% dan lainnya 17,2%.
Sedangkan tahun 2009, kata dia, memaparkan share ekspor Indonesia ke China 9,9%, India 6,5%, Australia 2,81%, AS 9,8% Jepang 22,3 %, Uni Eropa 11,8% Korea Selatan 6,4% dan lainnya 18,4%.
Lebih lanjut ia mengatakan, sepanjang tahun 2000 hingga 2008, volume perdagangan menunjukkan peningkatan dan neraca perdagangan tumbuh 10% yang mengindikasikan masih adanya pertumbuhan ekspor terutama non migas.
Sedangkan dari share impor, dari AS dan Jepang menunjukkan penurunan. "Namun impor dari china naik, sedangkan peran impor dari Australia menurun dari 4,76%(2004) menjadi 3,09% (2009)," ungkap Anggito.
Ia menjelaskan, impor dari AS pada tahun 2004 tercatat 6,9% dan Jepang 13,1% sedangkan tahun 2009 AS menjadi 6,3% dan dari Jepang menjadi 8,7%. [hid]