INILAH.COM, Jakartai - Meski terkendala perizinan karena tidak adanya KBRI di Haiti dan besarnya anggaran yang dibutuhkan, organisasi kemanusiaan, Mer-C tetap memberangkatkan 7 orang relawannya.
Berangkat dengan rute Jakarta-Singapura-Paris-Havana. Dari Havana Kuba, Tim Mer-C melanjutkan perjalanan lewat jalur darat sekitar 500 km. Baru kemudian menyeberang ke Haiti. Pilihan rute tersebut selain untuk nenghemat biaya, juga untuk alasan keamanan.
"Bisa saja tim berangkat lewat Amerika, tapi mahal harga tiketnya 3000 Dollar." Ujar Joserizal Jurnalis, dokter spesialis bedah ortophaedi yang memimpin tim ini.
Keberangkatan ini membutuhkan dana operasional awal Rp250 juta, sementara dana yang terkumpul baru mencapai Rp100 juta. Karena itu, demi alasan penghematan juga tim Mer-C baru akan membeli obat-obatan di Kuba, dengan perlengkapan medis yang telah dibawa dari Indonesia.
Untuk jaminan keamanan, sebagai petugas kemanusiaan, tim ini percaya mereka sudah dijamin oleh konvensi Jenewa. Meski situasi Haiti saat ini masih belum kondusif mereka akan bertugas mengobati dengan prioritas rehabilitasi korban patah tulang.
Tim ini akan menjalankan misinya secara efektif selama 2 pekan. Mereka tidak akan bekerja di tempat resmi untuk lebih menjangkau para korban. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !