INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai restrukrisasi dan kesepakatan yang akan dilakukan oleh PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) terkait surat utang anak perseroan Blue Resources yang berpotensi default.
Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, Senin (1/1). Sementara, BEI akan tetap melakukan penghentian perdagangan sementara/suspensi saham CPRO bila memang obligasi anak perseroan CPRO default atau gagal bayar. "Kita akan lihat perkembangan CPRO. Bila memang default sementara kita masih suspen," ujar Eddy, Senin (1/2).
Eddy menambahkan, BEI akan melihat situasi dan kondisi keuangan CPRO dan kemungkinan apa yang akan dilakukan oleh CPRO dengan pemegang obligasi. "Kita lihat penjelasan dari CPRO terkait restricted default
obligasinya, apa ada kesepakatan dengan pihak pemegang obligasi," tutur Eddy.
Hingga saat ini BEI belum akan memanggil CPRO. Seperti diketahui,hari ini BEI kembali melakukan suspensi terhadap saham CPRO. Sebelumnya pada 8 Januari 2010,BEI juga melakukan suspensi terhadap CPRO karena terkait pengumuman fitch rating terhadap obligasi anak perseroan CPRO yaitu Blue Resources. [cms]