INILAH.COM, Surabaya - Seorang nenek yang hobby main judi Rukayah, 87, warga Kelurahan Tinalan, Kediri, tertangkap basah saat bermain judi bersama tiga teman prianya di ruang bawah tanah atau bunker desa Karangrejo, Senin dini hari.
Keempatnya dibekuk saat memirit kartu ceki dan tidak tanggung-tanggung, dari tangan nenek dengan 12 cucu itu Polres Kediri mengamankan uang tunai lebih dari Rp 600 ribu. Selain lembaran uang seratus dan limapuluh ribu ini, polisi juga mengamankan 12 pak rokok.
Saking maniaknya dengan judi, jarak tempuh 7 km yang dilaluinya dengan naik becak bukan halangan. Sudah satu bulan saya ikut judi ini. Kalau siang naik angkutan murah Rp 2.500 dan kalau malam biasa naik becak Rp 5.000. Banyak kalahnya karena mata nenek sudah kabur, ujar Rukayah sambil terkekeh di Mapolres Kediri, Senin siang.
Nenek berkaca mata ini diringkus Satuan Reksrim Polres Kediri bersama ketiga tersangka lain. Ketiganya adalah Ismarno,54 warga Burengan, Pesantren. Iskandar,50, Singonegaran, Pesantren. Serta Iswanto,49 Jl Imam Bonjol Kediri. Selain mereka ikut digelandang, Triyono, yang tertidur di antara para pejudi ini. Triyono adalah pejudi yang kalah pada kloter sebelumnya.
Selain uang tunai jutaan rupiah, polisi juga mengamankan satu drum plastik berisi puluhan set kartu judi. Lima wadah putih berisi buah jeruk, apel, dan salak serta kue. Sebuah lampu penyimpan energi dan perlengkapan judi lainnya.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Aria Wibawa menjelaskan, penggrebeken sarang judi di ruang bawah tanah bermula dari keresahan warga. Dari laporan ini, polisi bergerak. Namun mereka kecele karena hanya mendapati rumah besar berpagar tinggi yang kosong.
Rumah ini jadi satu dengan sarang walet tiga lantai. Kami sempat terkecoh karena tak ada aktivitas judi di dalam rumah. Kami kembali,dan menemukan ruang seperti bunker. Ada lima pelaku kami amankan, termasuk nenek Rukayah. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !