INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan, penerapan ACFTA malah akan menekan laju inflasi. Sebab akan membantu menurunkan harga produk impor.
"Kalau ditanya FTA dampak ke inflasi, dia positif pada penurunan harga terutama untuk produk-produk yang dimpor," ujar Rusman dalam jumpa pers di kantornya, Senin (1/2).
Rusman memprediksikan, deflasi akan menggantikan inflasi karena dipicu hal tersebut. "Kalau sekarang deflasi nanti mungkin juga deflasi. Lalu implikasi ke penyelundupan akan berkurang. Akhirnya perdagangan
kita jadi sehat," ujarnya.
Sementara untuk dampak konkrit ACFTA, Rusman mengaskan, belum dirasakan untuk saat ini. "Kira-kira baru terlihat ahir triwulan I atau bulan Maret," ujarnya.
Sebagai informasi, berdasar data BPS, lonjakan impor dari Cina untuk buah-buahan saja pada Desember lalu meningkat 147,43% atau US$42,45 juta dibanding November 2009. Dan secara total, impor Cina mengalami
peningkatan 18,41% menjadi US$13,49 miliar, dibanding November tahun lalu.
Negara pemasok barang impor non migas terbesar selama Januari-Desember 2009 adalah Cina US$13,5 miliar dengan pangsa pasar 17,33%, Jepang US$9,82 miliar dengan pangsa 12,61%, dan Singapura US$9,24 miliar dengan pangsa 11,86%. "Yang penting sekarang adalah pengembangan kebijakan dan non tarif barrier secara martabat," ujarnya. [mre/hid]