INILAH.COM, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan, pasar Asia akan menjadi tumpuan pertumbuhan ekspor Indonesia mengingat pertumbuhan ekonomi di wilayah itu diprediksi lebih tinggi dibanding negara tujuan ekspor utama Indonesia di wilayah lain (Amerika dan Eropa).
"Asia itu perkiraan pertumbuhan ekonominya memang dikisaran 5 persen pada 2010, jadi akan menjadi tumpuan bagi peningkatan ekspor kita di 2010," katanya usai menerima delegasi pebisnis Swedia di Kantor Kementrian Perdagangan, di Jakarta, Senin (1/2).
Mahendra memperkirakan ekspor ke tujuan baru seperti China, India dan Korea akan semakin kuat seiring pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Sementara itu, pemerintah akan berupaya mempertahankan pangsa ekspor ke negara tujuan ekspor tradisional Indonesia seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan Jepang. "Ke sana kita juga keingginannya mempertahankan pangsa pasar kita, setidaknya itu, kita juga tidak terlalu berharap pertumbuhannya tinggi karena pertumbuhan ekonominya walaupun sudah terjadi masih
dalam tingkat yang rendah," ujarnya.
Mahendra mengatakan, meski kinerja ekspor Indonesia mulai kembali meningkat setelah terkena dampak krisis ekonomi global selama 2009, namun pemerintah akan bersikap hati-hati karena pemulihan ekonomi baru dimulai.
"Kemungkinan di beberapa pasar utama ekspor kita sudah tercapai pemulihan dalam arti sudah ada pertumbuhan positif di beberapa negara besar tapi di lain pihak pertanyaannya adalah pertumbuhan positif di negara-negara itu akan terus berkesinambungan, tantangannya di situ, bukan semata-mata dari kemampuan ekspor kita," jelasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia selama 2009 mengalami penurunan 14,98 persen dibanding 2008. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2009 mencapai 116,49 miliar dolar AS atau menurun 14,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2008.
Sementara ekspor nonmigas 2009 turun 9,66 persen dibanding 2009 atau mencapai nilai 97,47 miliar dolar AS. Pencapaian itu sesuai dengan perkiraan pemerintah bahwa ekspor Indonesia selama 2009 akan berkisar pada minus 10-15 persen. [*/cms]