INILAH.COM, Melbourne Menangis, adalah suatu hal yang bisa ditiru Andy Murray dari petenis nomor satu dunia Roger Federer. Namun, Murray mengaku sulit untuk menyamai permainan Federer.
Murray harus mengubur impiannya meraih gelar Grand Slam untuk kali pertama setelah dikalahkan Federer 6-3, 6-4 dan 7-6 pada babak final Australia Terbuka di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (31/1).
Usai kekalahan tersebut petenis terbaik Britania Raya tersebut tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara usai pertandingan. Murray tak kuasa menahan air mata.
Pemandangan tersebut mengingatkan kita saat Federer menangis saat dikalahkan Rafael Nadal pada babak final Australia Terbuka 2009. Saat itu Federer tidak kuasa menahan tangis, sama seperti yang dialami Murray tahun ini.
Saya bisa menangis seperti Federer, hanya sayangnya saya tidak bisa bermain seperti mereka, gurau Murray saat menangis seperti yang dilansir SunSport.
Meski kalah, Murray tetap mendapat dukungan dari ibunya, Judy, atlet sepeda peraih medali emas Sir Chris Hoy dan ratusan masyarakat Skotlandia yang hadir di Rod Laver.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, dukungan yang saya dapat di turnamen ini sangat hebat. Saya cinta setiap menit yang saya lakukan di sini dan mudah-mudahan saya bisa kembali tahun depan dan juara, papar Murray.
Saya mendapat dukungan yang hebat di rumah (Britania Raya) sana, maaf saya tidak bisa melakukannya untuk kalian semua saat ini, pungkasnya.
Ini adalah kali kedua Murray kalah dari Federer pada final sebuah Grand Slam. Sebelumnya Murray kalah pada final Amerika Serikat Terbuka 2008 dari Federer.[bow]