INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (2/2) diprediksikan melanjutkan penguatan teknis menyusul koreksi 6 hari berturut-turut pekan lalu. Trading buy untuk BUMI! Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini semata faktor
technical menyusul pelemahan sepekan lalu. Ia menilai pergerakan harganya masih
on track.
Secara teknis, lanjutnya, ada sinyal yang menunjukkan saham ini masih akan bergerak naik. BUMI akan mengarah ke level
resistance 2.675 dan 2.450 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (1/2) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (3,03%) menjadi Rp2.550 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.475. Harga tertingginya mencapai Rp2.550 dan terendahnya Rp2.425. Volume transaksi mencapai 192,3 juta unit saham senilai Rp477,1 miliar dan frekuensi 5.257 kali.
Namun demikian, imbuh David, kenaikan saham sejuta umat hari ini tidak didukung oleh besarnya volume transaksi dan positifnya sentimen market. Kenaikan ini hanya momentum teknis saja, tukasnya.
Kenaikan kemarin pun, menurutnya masih berupa
signal dan harus didukung kondisi market regional yang positif hari ini dan penguatan harga batubara global.
Di sisi lain kenaikan harga minyak ke level US$73 dari sebelumnya US$72 per barel

juga bisa mendukung penguatan BUMI. Tapi kalau hanya naik US$1 tidak signifikan pengaruhnya, timpal David.
Ia mengharapkan bursa global dan regional mengalami
technical rebound. Begitu juga dengan harga komoditas lainnya, sehingga bisa mendukung kenaikan saham BUMI hari ini. Sebab, dari sisi valuasi untuk saat ini masih cukup. Tidak terlalu mahal, namun tidak dapat dikatakan murah dalam jangka pendek, ungkapnya.
Lebih jauh David mengatakan, apa yang diproyeksikannya saat ini didasarkan pada gerakan momentum yang terbangun dari pergerakannya kemarin walaupun relatif masih kurang
solid. Tapi setidaknya mengindikasikan masih berpotensi untuk naik, timpalnya. Sementara itu, harga batubara di New Castle di level US$91 per metrik ton tidak cukup menopang penguatan BUMI lebih jauh hari ini. Batubara bisa menopang penguatannya untuk jangka panjang.
Untuk kuartal pertama David menargetkan saham BUMI di level Rp3.200. Untuk pelaku pasar saya rekomendasikan
trading buy dan
buy bagi investor jangka panjang, pungkasnya. [mdr]