Kamis, 17 Mei 2012 | 04:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ilmuwan Akan Ungkap Rahasia Terbesar Firaun
Headline
thedailystar.com
Oleh: Syamsudin Prasetyo
web - Selasa, 2 Februari 2010 | 07:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta Mesir akan segera mengeluarkan hasil tes DNA raja kuno paling terkenal di dunia yakni Firaun muda Tutankhamun untuk menjawab misterinya yang berkepanjangan.

Berbicara dalam sebuah konferensi, kepala arkeologi Zahi Hawass mengatakan dia akan mengumumkan hasil tes DNA dan tes pindai CAT pada tanggal 17 Februari 2010. Hasil tersebut akan dibandingkan dengan Raja Amenhotep III yang disinyalir adalah kakek Tutankhamun.

Usaha tersebut adalah bagian dari program yang lebih besar untuk mengecek ratusan DNA mumi untuk menentukan identitas dan hubungan kekeluargaan mereka. Program tersebut juga mampu membantu menemukan silsilah keluarga Tutankhamun yang telah lama menjadi misteri besar.

Identitas sebenarnya dari kedua orangtua Tutankhamun belum diketahui secara pasti. Banyak ahli yang percaya bahwa dia adalah anak dari Akhenaten, Firaun dinasti ke-18 yang mencoba mengenalkan monoteis kepada masyarakat Mesir kuno hampir 3.500 tahun yang lalu dan ibunya merupakan salah satu ratu Akhenaten yakni Kiya.

Tetapi ada beberapa ahli lainnya yang memberikan masukan bahwa dia adalah anak terkecil Firaun setelah Akhenaten.

Tutankhamun adalah salah satu raja di Mesir pada dinasti ke-18 yang memerintah dalam keadaan krisis dan periode penuh kekacauan ketika monoteisme Akhenaten berakhir dan kekuasaan kembali kepada para pendeta Mesir kuno yang percaya banyak Tuhan.

Hawass memiliki rencana ambisius terhadap tes DNA pada beberapa mumi termasuk tes terhadap semua mumi kerajaan dan hampir dua lusin mumiyang belum teridentifikasi yang tersimpan di dalam Museum Mesir di Kairo.

Dia mengatakan bahwa hasil tes kemungkinan akan menunjukkan beberapa mumi kerajaan yang ditampilkan adalah bukan yang selama ini dipikirkan oleh para arkeolog.

Salah satu tujuan utamanya adalah menemukan mumi di Nefertiti, istri Akhenaten, ratu legendaris yang terkenal karena kecantikannya.

Hawass telah lama menolak tes DNA pada mumi Mesir yang dilakukan oleh ahli asing dan akhir-akhir ini baru diizinkan proyek semacam itu dengan kondisi perjanjian eksklusif dengan pemerintah Mesir. Sebuah laboratorium DNA bernilai US$5 juta (Rp 48 miliar) disiapkan di Museum Mesir dengan pendanaan yang berasal dari Discovery Channel.

Dalam salah satu pernyataan, Hawass menyatakan akan mengirimkan sebuah robot ke dalam piramida besar Khufu untuk menemukan jalan rahasia yang selama ini masih tersembunyi.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
bagelo
Sabtu, 6 Februari 2010 | 10:36 WIB
Tolong diperpanjang dong berita tentang fir'aun ini..cerita nya sedikit bgt..tanggung... Sy jd penasaran tentang berita ini.. Terima kasih sbelumnya..
moch wahyudin
Jumat, 5 Februari 2010 | 06:30 WIB
kehidupan saat periode kalendar sebelum masehi.bahwa kehidupan manusia telah adanya peradaban yang berbeda tiap zaman/masanya.peradaban mesir-kuno telah membawa bukti bahwa manusia percaya akan adanya kekuatan yang luar-biasa dari dunia ini,diluar dirinya. Fir'aun suatu bukti kecongkakan adan hakekat diri manusia yang pasti pernah sakit,pastinya ia akan tergantikan oleh kematian. Tes DNA dengan teknik CAT memang akurat selain cek-sistem karbon C-12 dari suatu artefak/mumi/candi/gerabah. dibalik itu adanya investasi yang tak murah bagi pemerintahan mesir Rp.48 miliar.adanya keganjilan dari yang sebelumnya tak diizinkan menjadi legal.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.