INILAH.COM, Jakarta - Dana bail out Century sebesar Rp6,7 triliun tidak hilang. Dana tersebut, saat ini tercatat dalam pembukuan Bank Mutiara (dulu Bank Century).
"Itu masih ada di neraca Bank Century, atau sekarang ini Bank Mutiara," kata Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara dalam acara Seminar Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) bertema 'Menguji Bail Out Bank Century dari Perspektif Politik, Hukum, dan Ekonomi' di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/2) malam.
Mirza mengatakan, jika saat ini Bank Mutiara tersebut mencatatkan profit sebesar Rp250 miliar. Dan, kemungkinan lima tahun lagi profitnya bisa mencapai Rp1,25 triliun. "Nilai bukunya bisa jadi Rp2 triliun lima tahun lagi," kata Mirza.
Selanjutnya, bank tersebut pun jika dijual pada lima tahun lagi, dana sebesar Rp6,7 triliun tersebut akan dapat kembali. "BCA saja sekarang ini harganya empat kali harga buku, BTN harganya dua kali harga buku. Nah, kalau Century bisa dijual dua kali harga buku nilainya harganya Rp3 triliun, kalau tiga kali jadi Rp6 triliunkan," jelasnya.
Dan jika dibandingkan pada November 2008 nilai penjaminan dinaikan sampai Rp2 miliar, dan akan ada sebanyak Rp5,3 triliun dan keluar yang tidak akan kembali. Bahkan, lanjutnya lembaga rating Fitch Rating menaikan kredit rating Indonesia, akan tetapi Yunani diturunkan begitu juga Spanyol.
"Justru peringkat Indonesia yang dinaikan, itu pengakuan internasional terhadap manajemen fiskal, moneter, dan makro pemerintah Indonesia. Termasuk yang mengamankan sektor keuangan di kuartal IV 2008," tuturnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !