INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (2/2) rupiah dibuka pada level 9.370 atau menguat 20 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 9.390.
Hal itu disampaikan Foreign Exchange Trading Department Head Bank Mutiara Frans Darwin Sinurat saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (2/2). "Rupiah pagi menguat karena pelaku pasar mulai melakukan take profit di mata uang sehingga dolar melemah," ujar Frans.
Lebih lanjut ia mengatakan, pelaku pasar pun mulai memburu saham sehingga melakukan difersifikasi portofolio. Dengan indeks saham global dan regional yang positif diharapkan adanya capital inflow masuk ke Indonesia.
Menurut Frans, pelemahan rupiah kemarin karena inflasi yang tidak sesuai ekpektasi pasar yang lebih tinggi sekitar 0,87%. Tetapi, Frans meramal, rupiah akan bergerak menguat. "Rupiah akan kembali menguat banyak tetapi agak tertahan di level 9.340," jelas Frans.
Sementara itu, analis valas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rahmat Wibisono mengatakan, dana asing masuk ke bursa saham Indonesia diharapkan bisa mempengaruhi rupiah. Ia meramal, rupiah bergerak di level 9.340-9.420. [san/cms]