INILAH.COM, Jenewa - Rusia dan AS memulai lagi pembicaraan untuk memperbarui perjanjian pelucutan senjata nuklir yang telah berakhir Desember lalu.
"Seperti telah diumumkan Menlu Rusia, pembicaraan itu telah dimulai lagi hari ini di Jenewa," seorang diplomat Rusia mengatakan pada AFP, Selasa (2/2). Ia tak menyebutkan secara khusus berapa lama putaran baru pembicaraan tersebut akan berlangsung.
Delegasi Rusia dan AS telah bertemu secara tetap sejak Mei lalu guna menandatangani perjanjian untuk menggantikan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) 1991 yang telah habis masa berlakunya pada 5 Desember 2009.
Pembicaraan mengenai sebuah perjanjian baru sebagian besar macet pada masa kepresidenan George W Bush. Kedatangan Barack Obama di Gedung Putih dan langkahnya saat membatalkan rencana perisai rudal di Eropa Timur, memberikan dorongan baru pada kelanjutan pembicaraan itu.
Pada 27 Januari, AS menyatakan bahwa pembicaraan itu hampir selesai. Skema luas perjanjian baru sudah jelas, ketika Obama dan Presiden Rusia Dmitri Medvedev sepakat mengurangi jumlah hulu ledak masing-masing menjadi antara 1.500-1.675 hulu ledak.
Kedua presiden juga setuju bahwa jumlah pengangkut yang mampu mengirim hulu ledak akan dibatasi menjadi antara 500 dan 1.100 pengangkut. AS menyatakan saat ini memiliki sekitar 2.200 hulu ledak nuklir. Sedangkan Rusia diyakini mempunyai sekitar 3.000 hulu ledak nuklir. [*/vin]