inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Rusia-AS Lanjutkan Pembicaraan Nuklir

Headline
indiatalkies.com
Oleh:
Selasa, 2 Februari 2010 | 10:25 WIB
INILAH.COM, Jenewa - Rusia dan AS memulai lagi pembicaraan untuk memperbarui perjanjian pelucutan senjata nuklir yang telah berakhir Desember lalu.

"Seperti telah diumumkan Menlu Rusia, pembicaraan itu telah dimulai lagi hari ini di Jenewa," seorang diplomat Rusia mengatakan pada AFP, Selasa (2/2). Ia tak menyebutkan secara khusus berapa lama putaran baru pembicaraan tersebut akan berlangsung.

Delegasi Rusia dan AS telah bertemu secara tetap sejak Mei lalu guna menandatangani perjanjian untuk menggantikan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) 1991 yang telah habis masa berlakunya pada 5 Desember 2009.

Pembicaraan mengenai sebuah perjanjian baru sebagian besar macet pada masa kepresidenan George W Bush. Kedatangan Barack Obama di Gedung Putih dan langkahnya saat membatalkan rencana perisai rudal di Eropa Timur, memberikan dorongan baru pada kelanjutan pembicaraan itu.

Pada 27 Januari, AS menyatakan bahwa pembicaraan itu hampir selesai. Skema luas perjanjian baru sudah jelas, ketika Obama dan Presiden Rusia Dmitri Medvedev sepakat mengurangi jumlah hulu ledak masing-masing menjadi antara 1.500-1.675 hulu ledak.

Kedua presiden juga setuju bahwa jumlah pengangkut yang mampu mengirim hulu ledak akan dibatasi menjadi antara 500 dan 1.100 pengangkut. AS menyatakan saat ini memiliki sekitar 2.200 hulu ledak nuklir. Sedangkan Rusia diyakini mempunyai sekitar 3.000 hulu ledak nuklir. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.